...

Waktu Sabtu kemarin, istirahatku tidak optimal. Aku terdistraksi bayanganku akan terjadi di hari Minggu dan seterusnya. Pengalaman pertama ke luar kota yang lebih jauh untuk urusan pekerjaan. Namun yang lebih jauh laginya adalah apa yang akan terjadi di hari setelah Minggu. Workshop ini adalah pengalaman pertamaku, project yang mengurus hal besar. Dan aku takut kalau aku yang berbicara, aku akan merusak acara. Walaupun hanya sebatas menyampaikan rekapitulasi pembahasan yang didengarkan telinga pada tubuh yang sedang tidak prima.


Aku telah sadar bahwa takut adalah gambaran yang berada pada pikiran manusia. Dan takut telah beberapa kali menenggelamkanku dalam kekacauan, baik sadar maupun bawah sadar. Ketika aku takut berbicara di depan orang, misalnya. Aku sudah "mengentaskan" ketakutanku. Aku mulai merasa pede untuk berbicara. Namun, pada akhirnya ketika aku berada di depan, kepalaku malah blank. Cara bicara yang sudah kupikirkan, jalan cerita yang telah kubayangkan, materi yang perlu kusampaikan; lenyap.


Takut sudah merasuk ke dalam alam bawah sadarku. Entah apa yang sebenarnya terjadi padaku. Sulit sekali memperbaikinya. Dan, aku lelah... Menangis dalam hatiku sendiri. Jika seperti ini terus... Apa yang akan terjadi padaku di masa depan nanti? Mampukah aku berkembang? Dengan... kata lain... Aku kecewa pada diriku sendiri. Namun, aku tak kuat untuk terus kecewa pada diriku sendiri. Sangat, sangat melelahkan.


Di saat seperti ini, aku ingin rehat barang sehari. Seringkali, dengan istirahat pikiran setidaknya menjadi lebih jernih, walaupun sedikit. Bukan istirahat dalam artian tidur. Namun, istirahat pikiran. "Kembali ke masa lalu" atau bahasa kerennya, nostalgia. Mungkin, Sabtu sekarang akan menjadi lebih dari sekedar mengistirahatkan pikiran dengan terputus dari dunia maya, namun juga hidup seperti di masa yang telah lalu. 

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top