Pikiranku, Ketuhanan...


Saya merenung, ketika kenapa semua diciptakan secara berpasangan. Ada laki, ada perempuan.. Ada jantan ada betina. Ada neutron ada positron.  Ada negatif ada positif, ada yang jahat ada yang baik. Kenapa Allah tidak menciptakan satu saja? Misalnya di dunia ini hanya ada yang baik, tak ada yang jahat.

Mungkin, ini kesimpulan saya, “Agar tercipta keseimbangan di dunia ini”. Tepat memang kesimpulan saya ini. Bayangkan di dunia ini kutub medan magnet hanya ada satu? Pasti keadaan bumi akan amat sangat kacau.

Tak ada kejahatan dunia ini tak akan pernah ada perkembangan kan? Dan selain itu, kalau hanya ada kutub positif, tak mungkin dinamo dapat berputar kan? Sama seperti kehidupan dunia ini. Tidak ada pasangannya tidak mungkin ada perputaran pada kehidupan. Kesimpulan kedua, “agar kehidupan berputar”.

Eksistensi Tuhan nampak disini. Tidak ada yang mengawali tak mungkin ada akhir. Tak mungkin ada proses tanpa akhir (kalau proses tanpa akhir itu siklus, tetap saja ada awal dan akhirnya. Dalam siklus terjadi repetisi proses akhir menuju proses awal).Sesuai dengan sifat Allah, “Yang Maha Awal” dan “Yang Maha Akhir”.

Tanpa interferensi yang mengawali kehidupan, tak mungkin ada kehidupan. Seperti mesin mobil, ada dinamo starternya kan? Kehidupan mesin mobil tersebut diinterferensi oleh gerak rotasi dari dinamo starter itu. Tidak mungkin mesin mobil bisa menyala sendiri tanpa penggerak awal, mobil bisa menyala jika ada penggerak awal (dinamo starter, atau start dorong).

Seperti yang saya bilang, tak ada yang mengawali, tak ada yang mengakhiri. Kita melihat dengan mata kepala kita sendiri, di dunia ini ada akhir dari sesuatu. Contohnya, kematian manusia, itu merupakan akhir, akhir dan ada awalnya, yaitu kelahiran kan? Tak mungkin tak ada proses kelahiran, manusia “ujug-ujug” lahir begitu saja. Ngeri kan kalau kayak gitu? Saya sendiri tidak ujug-ujug ada di dunia, saya dilahirkan juga toh.

Ah, ada buku “ayat-ayat semesta” di meja kerja saya. Lalu saya membaca buku itu dan saya beruntung.

Allah telah berfirman dalam Surah Al-Rum ayat 11:
“Allah memulai penciptaan, kemudian mengembalikan (mengulangi)-nya, kemudian kepada-Nya kamu dikembalikan”
“Yabda’u Khalaqa”, sebuah kata kerja sedang yang memiliki makna sedang, atau akan memulai penciptaan. Dan sangat logis, karena mengarah kepada manusia. Dia sedang menciptakan manusia dan Dia akan menciptakan manusia. Kita lihat realita, setiap waktu ada saja ada manusia yang dilahirkan, ada yang akan dilahirkan. Dan ayat ini ditutup dengan pernyataan bahwa manusia (kamu) akan dikembalikan kepadaNya. (Ayat-Ayat Semesta, Agus Purwanto: Hal. 336)

Dengan logika dan dalil Al-Qur’an mengenai satu kasus ini telah jelas bahwa eksistensi Tuhan itu nyata. Tak ada yang memulai, tak ada proses dan tak ada akhir.

Wallahualam.
--
Dan terlintas di pikiran saya kenapa semua diciptakan secara berpasangan. Di benak saya, Mungkin ini simbolisasi Allah bahwa hanya Allahlah yang Maha Esa dan tidak terbagi oleh apapun. Dan makhluknya tersusun atas dua atau lebih sesuatu.

Dan juga, berpasangan ini menunjukkan eksistensi Tuhan juga. Sebelumnya telah dikenal teori “kekekalan materi” . dengan penemuan anti-materi yang merupakan pasangan dari materi yang juga  dapat melenyapkan materi, runtuhlah teori itu, dan juga runtuh teori “Jagat raya abadi” yang berasal dari pemahaman fisika klasik.

Dalam teori Jagat raya abadi dinyatakan bahwa waktu dan ruang merupakan hal yang absolut dan juga materi adalah kekal, yang menunjukkan sebuah “keabadian”, yang berarti tidak membutuhkan Pencipta yang menjaga..

Dengan penemuan anti materi itu, tercetuslah teori bayrogenesis, kelahiran materi, yang juga menunjukkan jagat raya tercipta pada masa lalu yang berhingga.

Ketika muslim ditanya, apa yang ada sebelum alam semesta tercipta? Jawabnya “Tuhan Allah”
Kesimpulannya, jagat raya memerlukan keterlibatan sesuatu yang berada pada luar dirinya agar tetap terus hidup, dialah Allah.. Subhanallah

Wallahualam bismi wahab

Maka, bersyukurlah! (1)

Alkisah di sebuah desa kumuh yang terpencil di pinggiran Kota Bandung, ada sebuah keluarga yang hidupnya menyedihkan. Keluarga itu memiliki 8 anak. Sang kepala keluarga hanyalah seorang pemulung yang hasil hariannya tak seberapa, bahkan hanya cukup untuk makan bagi dirinya sendiri. Sang Ibu, bekerja sebagai buruh cuci harian, yang tidak tetap kerjanya. Beliau bekerja hanya jika ada yang memintanya. Kedelapan anaknya, 6 diantaranya telah menikah tetapi masih satu rumah dengan orang tuanya. Hanyalah tersisa satu anaknya yang cacat, dan satu lagi yang normal.

Setiap hari, ibunya selalu menasihati anak-anaknya, "Nak, meskipun hidup kita amat pas-pasan, hanya bisa makan nasi garam, tetaplah bersyukur. Allah selalu bersama kita. Mungkin kelak, kita akan hidup bahagia, tetaplah bersyukur ya Nak."

Ayah dan ibunya memang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai orang yang saleh(ah). Ayahnya tidak pernah ketinggalan shalat berjamaah di mesjid. Ibunya merupakan seorang guru mengaji di mushalla dekat rumahnya.

Indra dan Andi, merekalah dari 8 bersaudara yang belum menikah. Indra masih mengenyam pendidikan di jenjang SMA kelas 2, dan Andi SMA kelas 3. Andi merupakan salah satu siswa berprestasi di sekolahnya. Dia pernah memenangkan lomba olimpiade biologi tingkat internasional saat kelas 1 SMA bersama teman-teman lainnya, sehingga karena prestasinya itu, dia gratis bersekolah selama 3 tahun. Meskipun hanya seorang anak pemulung dan buruh cuci, dia selalu bersyukur akan apapun yang dia miliki.

Sedangkan Indra, merupakan penyandang cacat. Hanya sebelah tangannya, tepatnya tangan kanan saja yang normal. Sehingga ia sering mendapat caci dan makian di sekolahnya. Meskipun begitu, dia tak pernah patah semangat, karena dia melihat kakaknya yang berprestasi di sekolahnya. "Kakakku juga bisa, aku juga harus bisa!" Dia bersyukur meskipun dia cacat, tetapi dia memiliki seorang kakak yang selalu mendukungknya, dan cerdas.

-

Suatu hari dalam klise kehidupannya, Indra bertanya kepada Ibunya.

"Bu, mengapa kita harus bersyukur? Lihatlah, aku cacat! Aku tidak seperti teman-temanku yang lain, yang tangannya sempurna! Apakah aku dilahirkan untuk dihina? Allah tidak adil!!" Ronta Indra kecil yang saat itu masih duduk di bangku SMP kelas 3.

"Keadaan seperti ini merupakan anugerah Allah, nak. Kau tidaklah cacat. Allah memberikan seluruh manusia  dengan nilai kemampuan yang sama. Ada yang dikurangi setengah di satu sisi, tetapi selalu ditambah setengah di satu sisi. Meskipun kau hanya punya satu tangan, tapi tanganmu itu memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan tangan-tangan orang lain. Bersyukurlah nak, kaulah salah satu yang menerima anugrah Allah."

Indra pun merenungi kata-kata ibunya.

"Tapi, mengapa kita harus hidup dalam keadaan miskin?" tanya Indra

Ibu pun tersenyum. "Nak, lihatlah ke bawah. Masih banyak yang keadaannya lebih menyedihkan daripada kita. Ada yang tinggal di pinggir jalan, ada yang hanya memakan nasi aking. Kita? Alhamdulillah nak, kita masih bisa makan dengan nasi yang bagus, kadang kita bisa makan dengan lauk."

Anak itu terdiam.

"Nak, kau tahu bagaimana cara menambah rejeki?" tanya sang Ibu.

"Apa itu, bu?" tanya Indra

"Bersyukurlah, dan saling memberi. Meskipun kita miskin, tetaplah saling memberi. Karena memberi itu merupakan salah satu wujud syukur. Allah berjanji akan menambah rejeki bagi orang yang bersyukur."

“Sesungguhnya orang-orang lelaki yang bersedekah dan orang-orang perempuan yang bersedekah, serta mereka memberikan pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik (ikhlas), akan digandakan balasannya (dengan berganda-ganda banyaknya), dan mereka pula akan beroleh pahala yang mulia. (Al-Quran Surah al Hadid, Ayat 18)

Yume Mita Ato De (After I Dreamt)


Di malam yang sangat penat, setelah pulang dari aktivitas saya sebagai pelajar, saya seperti biasa, melakukan ritual: Ngenet sambil dengar musik.

Tak sengaja, sebuah lagu saya putar. Judulnya Yume Mita Ato De (Setelah Aku Bermimpi), dinyanyikan oleh GARNET CROW.

Entah kenapa, setiap saya mendengar lagu ini, rasanya keinginan untuk mencucurkan air mata sangat kuat. Saya pun heran, kok bisa? Karena penasaran saya mencari liriknya, dan kebetulan lagunya dalam bahasa jepang. Beruntung, ada orang yang telah menerjemahkannya dalam bahasa Inggris. Inilah hasil translatenya:

Whenever morning comes, I think of you
Making the beginning of everyday painful
We cannot return to then again, when the two of us were innocent
Just you being beside me, I was content

I was afraid of the passing of time and I cried
In the heart of a changing person

Although if we don't yearn for it, we won't lose it
I cannot stay without desiring it
No matter what future lies before us

After I dreamt
You were still far away
Only my feelings got ahead of me and turned out fruitless
The rain of flowers fell, this road will remain unchanged
I want to walk it with you holding my hand

Even if we fought and got tired, we would still meet again
How long will this kind of days continue?

About us being born with heart throbbing feelings
I thought about it, depressed

Soar and depart, we have come a long way
On the lonely nights, what I remember
Rather than who I loved, it was the days when I was loved

After I dreamt
In the direction of the unlocked windows
The sound of the wind splitting before my eyes
The quietly setting sun after it has passed
Was too gentle and it increased my love

After I dreamt
Now, I can't reach you
Words without love do not sound
To you whom I looked over from a little distance away
I smiled at hesitantly

You were still far away
Only my feelings got ahead of me and turned out fruitless
After a long and breaking dream
and yet...
There will still be love in this world.

Tuhan! Ternyata, lirik lagunya sama persis dengan keadaan hati saya. Lirik ini bercerita tentang saya, setelah dikhianati sahabat.

Mungkin, inilah mengapa saya selalu menitikkan air mata ketika mendengar lagu ini...

Speechless.

Proses Instalasi OS Cinta


Customer Service (CS): Ya, ada yang bisa saya bantu?

Pelanggan (P): Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin menginstal cinta kasih. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan prosesnya?

CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?

P: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

CS: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana HATI anda?

P: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?

CS: Program apa saja yang sedang aktif?

P: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.COM.

CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan menghapus SAKITHATI.EXE dari system operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda, tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain. CINTA-KASIH akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM dan DENDAM.EXE. Program tersebut akan menyebabkan CINTA-KASIH tidak terinstal secara sempurna. Dapatkah anda mematikannya?

P: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu saya?

CS: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan MEMAAFKAN.EXE. Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE terhapus.

P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai terinstal secara otomatis. Apakah ini wajar?

CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa CINTA-KASIH akan terus diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?

P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?

CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja. Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain agar untuk mengupgradenya.

P: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya lakukan?

CS: Apa pesannya?

P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT". apa artinya?

CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program CINTA-KASIH diset untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bisa aktif dalam HATI internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-"CINTA-KASIH"-i mesin anda sendiri sebelum men-"CINTA-KASIH"-i orang lain.

P: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS: Dapatkan anda klik pulldown direktori yang disebut "PASRAH"?

P: Ya, sudah.

CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori "MYHEART" MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang salah. Anda juga perlu mengosongkan Recycle Bin untuk memastikan program-program yang salah tidak muncul kembali.

P: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.COM dikopi ke HATI. Apakah ini wajar?

CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk mendownloadnya. Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan aktif. Anda harus bisa menanganinya dari sini. Ada satu lagi hal yang penting.

P: Apa?

CS: CINTA-KASIH adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

What's that!?

Di sebuah pagi yang mendung kelabu, setelah usai pelajaran bahasa Indonesia dan saya terhindar dari hukuman, saya mampir ke WC pria yang sedang direnovasi. Ketika saya masuk kedalamnya, saya terkejut. Saya menemukan hewan yang tak biasa. Memiliki tubuh beroutline hijau terang, antena panjang sebelah (panjangnya ga normal), dan kaki yang yang sama-sama panjang sebelah.. Ada yang tahu hewan apa ini? (No sotosop)


<8/11/2011 14:34>

名探偵コナン: Encoded Murder part 2, my first fanfiction


Korban bernama Dadan Fardian (25), seorang guru mata pelajaran IT di SMA Plus Muthahhari. Berdasarkan penyelidikan, diketahui bahwa korban dibunuh sekitar 3 jam lalu.

Di TKP, diketahui hanya ada seorang yang bernama Susilo (17) di sana saat itu.

===Conan's POV===

"Posisi ditemukan terlentang, ada tali di leher korban, yang sepertinya terputus dari ikatannya yang berada di rangka langit-langit. Dan di lantai tidak ada bekas kekerasan apa pun." Kata Inspektur Kepolisian, Soni Fattah.

"Ah terputus?" Conan heran.

"Sepertinya ini bunuh diri." Ucap Soni mantap.

"Tidak mungkin! Jika memang benar ini bunuh diri, kok bisa terputus talinya? Jika tali terputus, seharusnya bunuh diri ini gagal, dan meninggalkan bekas terjatuh!" Gejolak Conan dalam hati.

------

"Saudara Susilo, Anda berada di sini sejak jam berapa?" Tanya inspektur Soni.

"Saya baru saja datang ke sini sekitar 5 menit yang lalu untuk sekedar mengambil kertas tugas saya yang tertinggal. di lab fisika, di lantai bawah." Begitulah kesaksian Susilo sambil menunjukkan kertas tugasnya.

"Kapan anda tertinggal kertas tersebut?" Tanya Inspektur Soni.

"Kemarin." Jawab Susilo

"Ah, ramai sekali. Ada apa ini?" Tiba-tiba seorang wanita datang menghampiri kami.

"Siapa kau?" Tanya Inspektur.

"Ah ya, namaku Zahra Fathiya, aku siswi di sini. Aku datang ke sini mau ngenet." jawab wanita itu.

"Oh ya. Disini telah terjadi bunuh diri."

"Siapa yang bunuh diri pak?" Tanya Zahra.

"Dadan Fardian, kau tahu?" Tanya balik inspektur.

"Oh ya, dia guru ITku."

Tiba-tiba tim analisa datang.

"Inspektur! Berdasarkan kertas yang berisi tulisan itu, setelah tim menganalisa kode tersebut, diketahui bahwa kode itu adalah kode base64, yang didekripsi menjadi "komara"

"Siapa komara itu?" Tanya Inspektur.

"Oh ya, ibu komara, dia pemilik kost-kostan di jalan kampus 3." Jawab susilo

"Komara? Tali terputus? Ini sudah jelas pembunuhan!" Pikirku.

Aku pun mengamati korban dan lingkungan sekitarnya untuk memperkuat bahwa itu pembunuhan. Aku teliti, ternyata bibirnya kebiruan! Dan di dekat korban ada serbuk putih. Karena penasaran, Aku pun mengambil sarung tangan dari tasku lalu mengambil sedikit serbuk itu dan menyimpannya ke dalam plastik. Lalu aku melapor kepada inspektur.

"Pak Inspektur! Coba cek di dekat korban, seperti ada serbuk putih!"

"Oh iya.. Hey Udin! Coba kau pergi ke laboratorium untuk mengecek serbuk ini." Perintah Inspektur.

"Siap Inspektur!" Respon Udin.

Lalu aku pun mencoba untuk ke lab. Kimia secara diam-diam. Untungnya, lab tidak dikunci. Lalu aku mencari dan mengambil Rhodamin, yang merupakan salah satu kemosensor yang efektif.

Aku mencampur bubuk putih tersebut dengan kemosensor, dan ternyata warna kemosensor tersebut berubah warna, menjadi ungu! Tebakanku benar!

"Tinggal bagaimana aku membuktikan kalau itu pembunuhan dan mencari siapa pembunuhnya."

Lalu Aku keluar dari lab kimia dan aku terkejut! Aku terpergok oleh Ran. Ah!

"Ah Conan, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ran.
"Cuma lihat-lihat saja kok Ran-neechan..." jawab Conan sambil nyengir.
"Aku mencarimu loh. Aku kira kamu menghilang. Ayo kita ke TKP lagi." Ajak Ran
Aku pun menganguk menerima ajakan Ran.

Ketika di tangga, aku menemukan serbuk yang mirip dengan serbuk yang berada di ruang ICT. Dan begitu pula di pintu ICT. Aku pun menghampiri Inspektur, aku ingin menunjukkan serbuk itu.

"Pak Inspektur, coba lihat, di dekat pintu ICT terdapat serbuk yang sama dengan yang ditemukan korban! Demikian juga di tangga! Itu berarti ada orang yang keluar dari ruang ICT setelah korban terbunuh dan membawa serbuk itu."

"Riiiiiiing!!" tiba-tiba ponsel inspektur berdering. Ada telepon dari Udin, petugas yang membawa serbuk itu.

"Inspektor, setelah dilakukan pengujian, serbuk itu adalah sianida!"

"Oh ya? Terimakasih banyak infonya!"

"Ternyata, serbuk itu sianida. Dan aku berubah keyakinan sekarang, ini adalah pembunuhan! Tapi siapa pembunuhnya?" Kata inspektur.

"Bagaimana dengan kertas kode itu?" Conan mengingatkan.

"Oh! Komara! Kata Susilo tadi, dia adalah pemilik kostan di kampus 3."

"Asep! Panggil semua penghuni kost-kostan ibu Komara! Bawa ke sini!" Perintah inspektur.

"Siap laksanakan!" Sigap Asep.

Kini aku telah berhasil meyakinkan inspektur kalau ini pembunuhan. Tinggal sedikit lagi, mencari pelakunya, dan puzzle ini akan tersusun!

---bersambung ke part 3---

名探偵コナン: Encoded Murder, my first fanfiction


Casting:
Conan Edogawa as Conan Edogawa
Ran Mouri as Ran Mouri
Anggun Widiyani as Ran's bestfriend
Herlambang Priyambada as SMUTH Student
Indra Malik as SMUTH Student.
Zahra Fathiya as SMUTH Student
Soni Fattah as Police Department Inspector
Susilo Hidayat as SMUTH Student

Disclaimer: Gosho Aoyama and the SMUTH Characters, terutama Anggun sensei ^^v

Maaf ini masih amburadul... Kejar setoran soalnyaa... Ntar saya perbaiki deh XP

---------

=====Conan POV======
Awal libur musim panas di jepang, aku dan Ran memutuskan untuk berlibur ke Indonesia. Alam tropis di Indonesialah yang membuat kami ingin berlibur di sana. Dan, tujuan kami adalah Bandung. Selain karena kotanya yang katanya indah, kami ingin ke sana karena ada kawan lamanya Ran-neechan di sana, Anggun-sensei, teman lamanya yang pernah bersekolah bareng di jepang juga.

Rencananya, esok hari kami akan berangkat menuju Jakarta dari bandara Internasional Beika.
-----------------------------------

========Ran's POV=========

Hari Minggu pagi, kami tiba di Jakarta. Kami berdua mencari bus tujuan Bandung. Setelah kami mendapat bus, aku mengirim pesan instan ke Anggun-sensei.
"Anggun-san! Bolehkah kami menginap di rumahmu? Rasanya kami letih sekali."

5 menit kemudian Ran mendapat balasan.

"Tentu saja boleh! Kenapa tidak? Kau sedang bareng siapa?"
"Aku bareng Conan-kun, anaknya keponakanku."
"Oh yaa? akan aku tunggu kalian :)"

3 jam perjalanan yang melelahkan, akhirnya aku dan Conan tiba di Bandung, tepatnya di BSM.
Bandung amat berbeda dari yang aku kira! Aku sangka bandung itu benar-benar adem, ternyata, 180 derajat. Ah biarlah.

"Ran-neechan! Rumah Anggun sensei dimana?" tanya Conan.
"Entahlah, dia bilang dia bakal menjemput kita di sini... Sebentar ya Conan..."

==========Conan's POV=============

Setelah 10 menit menunggu, aku dan Ran berjalan beberapa meter dari tempat pemberhentian bus. Dan tiba-tiba Anggun sensei menepuk bahu Ran-neechan, dan Ran pun kaget.

"Hey Ran! Mau kemana kau?" sapa Anggun sensei.
"Ah! Anggun-san!!" respon Ran dengan setengah kaget

"Conan, kesini! Kenalkan, ini Anggun-sensei, teman belajar bahasa ketika di Beika!"
"Aaaaah, aku Conan." senyumku
"Oh Conan, lucu yaaaaa... Mirip Shinichi.." kata Anggun.

"Eeeeehhhhh...." Wajah Ran pun langsung merona merah.
"Aku memang Shinichi!!" ucap Conan dalam hati.

"Ada apa Ran? Kemana Shinichi?" tanya Anggun.
"Ehe, entahlah. Sepertinya dia sedang memecahkan kasus yang amat berat, jadi tak bisa menemuiku.." Ran mengenang.

"Oh yasudah. Ayo kita ke rumahku, kita naik taksi saja, tak jauh kok."
"Tapii..." ucap Ran kebingungan.
"Tenang, ongkosnya aku bayar kok!"
"hehehe, Arigato!" Ran nyengir.

----Tiba di Rumah Anggun-sensei---

"Waaaah, rumahnya nyaman yaaa..." Ran terdecak kagum.
"Hehehe" Anggun-sensei hanya bisa nyengir.

"Eh ya, main ke SMA Plus Muthahhari yuk, gak jauh dari sini. Siapa tahu ada anak-anak disana. Bisa sambil sekalian kenalan..""Oh ya? Ayo kita ke sana!"

"Raan, aku ingin istirahat.." ucap Conan dalam hati tanpa ada yang tahu.

Kami bertiga pun berjalan ke SMUTH dan masuk ke dalam.
"Tak ada orang di dalamnya.. Sayang sekali.." Kata Anggun-sensei.

"Hmmmmm... bentar... Aku mencium sesuatu yang aneh, seperti..." ucap Conan setengah yakin.
"Iya, aku juga.. Seperti..."

"BAU MAYAT!" Ran dan Conan berbarengan.

Lalu mereka berdua mencari sumber bau itu. Ternyata di atas, tempatnya di Ruang ICT. Dan benar! Ada yang terbunuh.

"Ran! cepat telepon polisi!" teriak Conan panik.
"I... Iya." Jawab Ran.

Di TKP ditemukan seseorang yang terbunuh sambil memegan secarik kertas yang bertuliskan "a29tYXJh"

-------bersambung------

Yang Kurasa dan Yang Kulihat


Sebuah dunia... yang tak pernah disadari bahwa dia ada di sekitar kita
Hanya dengan beberapa tindakan, perubahan perspektif, shifting paradigma,
Budi dapat memasuki dunia yang penuh rasa tersebut.
sama halnya seperti orang yang kehilangan salah satu indranya
maka dia akan memasuki dunia dengan perspektif yang jauh berbeda
kali ini.... Budi dapat memetakan perbedaan antara Rasa dalam hati dengan Rasa dalam lidah
Hal yang serupa juga terjadi kepada temannya yang kehilangan pengelihatannya

Anda dapat menyaksikan berbagai macam rasa yang mewarnai hidup seseorang hanya karena perubahan tujuan 



Musical Credit: The Schuberts | Official Website:

The Over Drive



Once upon a time, at Kyoto there was a school named Muthahhari, which is usually called “SMUTH” and “The school of talent”. But it is not a talent school, just ordinary senior high school. And, there was a smart girl that so beautiful, the girl is Ran. Beside she is so smart, she also really liked singing and one Japanese song that always sang by her and also motivated her, “Over Drive” that song was originally written by Azuki Nana and Yuki Nakamura. And, she had a dream to be a singer, but she didn’t know, “Did it the best for me?”

Next day, at her school was held a motivation seminar “Get the most of your talent!”. Ran joined the seminar, with the hope that she may know her own talent. And, the seminar was changed her mind, motivating her to get knew what her talent is. She now tried harder to found the talent that her owned.

Accidently, she found a poster sticks at school’s bulletin board with big kanji of才能 (sainou, means “talent”). It’s about talent consultation program that was held by school. So she joined that program and she asked to fill the questioner form.

Three days after, she was received a letter from The Sainou Program that she was joined before. With full of spirit, she opened the letter.

“Dear Ran,
Thank you for joining The Sainou Program! Finally, after we read and analyze the questioner form that you were filled before, we know that your talent is…”
“SINGING”

“I saw a sign in dream, finally I know what is my real talent that can make me reached the dream!” said her. She so glad, she finally knew what talent that she had is.
“And don’t forget to join the talent show at 8 July 2011. We’ll waiting you here!” the letter continues.

And she so lucky, the day after tomorrow will be held a talent show at her school. So, she tried to show her talent by joining the show.

The day was come. She waits for someone to call her to the stage. After 10 minutes waiting, finally she called, and went to the stage with full of confidence.

“Good morning, my lovely audiences! Now I will sing a song, “Over Drive”. Hope you enjoy this!”
The instrument starts to play.

Kaze no oto dake ga karadachuu wa tsutsumu
Oh silent kiss, oh yeah, yume ni mita kehai…
(Only the sound of the wind surrounds your body
Oh silent kiss, oh yeah, I saw a sign in a dream…)

Her voice is really beautiful. Everyone was very impressed with her sound, except for Kudo, who hate the saddy and slow songs, like the song that was sung by Ran.

“Ah! What a bad song! Same as her voice!” said him.
---
“Hontou no kimi ni deau hi wo matteru.” the song ends.

Instantly, she got reputation on the school. She got reputation as “golden voice”. Since that day, she had very high motivation to be a singer and then tried to go abroad.

One day, that girl searched for funds for her concert of her first single. It is her strategy to go abroad. The target is 20 million rupiah. So, to get the money, she tries get donation from every class. At the fourth classroom there was Kudo who was mocking her at the talent show. He got mad and asks her to get out from the class. She was so sad and then crying.

Then, Eva, Ran’s best friend tapping her shoulder. Eva look there’s something wrong with Ran. She asks what happened to Ran.

“Ran, what happened to you?” Eva asked.

“Ah, Eva-neechan. Kudo was doing something bad to me.”

“What he do to you?” Eva is pretty shocked.

“He was mocking me when I was at his classroom.”

“What you’re doing at his class?” Eva asked again

“I was requesting for donation from class to class, for my first concert. When I was at Kudo’s class, he was very angry to me, I don’t know why. So that is why I’m crying here.”

“I’ll help you, my best friend. Don’t worry, don’t be sad again! Come on, wake up now! With great passion, I believe you’ll be success at your own talent!” said Eva with full of smile.

---

Then Eva sent an e-mail to Kudo, since in Japan there is no SMS.

“Hey Kudo, what you do to Ran? She was crying, and she was said that is caused by you.”
5 minutes later, Kudo replied.

“You know? Inside my heart, I was really loved her, but I don’t know how to express this feeling to her. Maybe, my behaviour was wrong. But, I swear I really loved her.
May I ask something to you?”

“Sure”, Eva replied

“Can you help me to express my love to her?”

“Just help her, whatever she needs your help.” Eva replied

“Okay, thanks, I’ll try.”

Tomorrow, after school ends, Ran brings the book back to the library. Soon after returned the book, she went to the park for just refreshing. Suddenly she meets Kudo at the park.

“I heard that you need money for your concert, isn’t right?” said Kudo.

“Umm… Yes.” Ran replied.

“How much money do you need?” said Kudo.

“I need about 20 million rupiah for my concert.” She answered.

“Okay, I’ll help you. Just give me more time.” Kudo responded.

“Oh, really? Thank you so much Kudo! You’re so kind to me!” Ran so delighted.
Then Kudo smile innocently.

“What about going home together?” Kudo ask.
“Ah yes! For sure!” Ran so delighted.

After the meeting, they went to home together. But the girl still remembered the last moment at the classroom.

“He was mocking me at the classroom before, but why now he helps me? Ah, just forget that. He just helped me.”

Several days later, Kudo found job for Ran’s concert. He was worked on Sodi’s car saloon as technical engineer. After he collected enough money for Ran’s concert, he gives it to Ran and she was very delighted.

The concert day is coming. Kudo is watching the concert that was held on Sabuga. Kudo was on full of spirit when watching Ran’s concert.

“Joushou koi wa yurai de Over Drive
Nee orite mujaki ni waratte misete
Maru de kaze no you ni suri nukeru kokoro ne”
(This rising love is shaking in Over Drive.
Hey show me your innocent smile!
It’s like I felt the wind slip through my heart quickly.)

That’s one part of Over Drive lyric, that reminded him at the park when he show his innocent smile to Ran. “Maybe Ran still remembered it…”

----

That concert was very successful. So many label owners attracted to make contract with her.
After the concert, the love between them is even realized. They are falling in love, and then, they’re engaged.

Time flows. And Ran became more successful than before. One day, Ran got order for tour around Europe and 10 years contract by one of world’s biggest entertainment company, Sony Entertainment Inc.

Kudo was informed by Ran that she was contracted by that company for about 10 years. And, Kudo felt very, very sad. He’ll miss her. They cannot reject the reality. So, they make a promise, to meet again at the same place, 10 years again.

And Kudo was sending e-mail message to Eva, who had helped her: “Thank you so much for your guide, Eva...”

---
Three days later after she went to Europe, she sent an e-mail with a video attached to it. And he opened the video. The video shows up when she singing Over Drive at front of her laptop’s webcam. And below the video, she wrote something:
“Motto chikaku ni itai to
Negau sora wa hateshinakute
Hontou no kimi ni deau hi wo matteru…”
(I want stay closer to you
I hope skies are endless
I wait the day when you come across the truth…)

---End of story---

Note: Every lyrics there was taken from Garnet Crow’s song, “Over Drive”
Thanks to: Allah, Ma’am Esti, Eva ‘fei’, Kajol, Eki, Alia, and Novia

Akiko Hisama ~The Doa (ドア) 2

"Aku tak akan melakukan apapun padamu, Akiko. Hanya ingin mengubahmu menjadi jauh lebih baik."
Pikiran mereka terhubung, seperti telepati.
Kakak guru bisa mengetahui pikiran Akiko, tetapi Akiko tidak bisa mengetahui apa yang dipikiran Kakak guru.
--
Suzuha masuk, melihat Akiko yang seperti sedang melamun.

"Ada apa kawan?"

"Umm, tak apa-apa.."

"Bagaimana kalau kita mulai?"

Akiko menganggukkan kepalanya.

Lalu Suzuha mengambil sebuah kertas beserta pulpen dan memberikannya kepada Akiko.

"Gambarlah cita-citamu di masa depan."

"Aku tak bisa menggambar.."

Suzuha berpikir sejenak.

"Tuliskanlah cita-citamu di sini."

"Tidak bisa"

"Kenapa?"

"Umm..." Akiko tertunduk.

"Anak ini benar-benar dalam kesulitan, sepertinya dia memang sangat pemalu. Berdasarkan info yang kudapat
dari Kakak guru, dia punya cita-cita menjadi seorang penyanyi terkenal. Mungkin, inilah pintu yang harus kubuka kuncinya." Pikir Suzuha

"Apakah kamu punya cita-cita untuk menjadi seorang penyanyi terkenal?"

"Iya.." Akiko menormalkan kembali posisi wajahnya.

"Aku tau beberapa hal yang harus kau lakukan. Inginkah kamu tahu?"

"Iya."

"Sebentar."

Suzuha menuju ke rak buku, dan mengambil sebuah buku. "Killing the shame"

"Bacalah ini, terapkan ke dalam kehidupanmu sehari-hari."

Akiko mengambil buku itu.

"Tetapi ini masih disegel."

"Bukalah. Tak apa."

Dibukalah segel plastik buku tersebut. Dibuka bukunya, baca sekilas, lalu dilihatnya bagian sipnosis dari buku tersebut.

"Bolehkah aku membawa buku ini ke rumah untuk dibaca?"

"Tentu saja."

"Terima kasih Guru."

"Sama-sama."

"Oh ya, hari ini kita sampai disini saja OK?" Kita bertemu besok. Dan kamu memiliki PR."

"Apa itu?"

"Bacalah buku itu, dan kamu harus tahu detail buku itu, dan juga latar belakang penulisnya."

"OK kak."

"Sekarang kamu boleh pulang. Hati-hati di jalan."

"Terima kasih kak. Mata ashita, arigatou gozaimasu"

"Hai, doitashimashite. Mata ashita."

============End of File===========

Gak mau curhat ke manusia!

Emang, isi dari blogku yang satu ini tentang curhatku yang tak ingin kucurhatkan ke manusia langsung, tetapi aku ingin curhat ke media.

-Maaf Akiko Hisamanya saya suspend, feelingku kacau akhir ini-

Di Muthahhari, merupakan awal aku tahu rasa sakit hati yang sebenarnya.

Baru aku di Muthahhari, ngasih kado ke sahabat saat miladnya, lalu sahabatku nanya "apa maksud kamu ngasih kado ini?"

Baru aku di Muthahhari, merasakan feeling yang amat sangat down disebabkan "sahabat"ku sendiri sehingga penyakit liverku hampir kambuh, karena stres memikirkannya.

Baru aku di Muthahhari, dipilih-kasih oleh sahabat yang mengakunya "gak pernah pilih-pilih sahabat", tetapi dia malah memilih sahabat yang punya wajah yang bagus, hartawan, dan pintar.

Baru aku di Muthahhari, nemu orang yang ngakunya sahabat tapi ga pernah mau dekat dengan diriku tanpa alasan jelas.

Baru aku di Muthahhari, nilaiku jauh ngedrop gara aku mikirin sahabatku yang menyakiti hati dan berpikir, "apa yang salah dariku"

Baru aku di Muthahhari, aku... Hhhh...

Tuhan, maukah Engkau mengulurkan lengan cintaMu kepada hamba agar hamba bisa melupakan sejenak kesakitan ini?
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Akiko Hisama ~the Doa (ドア) 1

8:00:01, hari selanjutnya.


Akiko tiba di sekolah. Dia memutar-mutar kepalanya, "Dimana kakak guru yang kemarin?". Karena tak kunjung ketemu, Akiko duduk di bawah pohon rindang di sekolahnya. 

.....

-Ada yang menepuk bahunya-

Lalu Akiko melirik ke belakang. "Oh kakak..."

"Sudah siapkah kamu untuk bertemu dengan gurumu?"

Akiko terdiam.

"Apakah kamu teringat lagi dengan Tanaka kemarin saat kau sendirian di bus?"

DEG!

"Darimana dia tahu kalau aku kemarin memikirkan si Tanaka sialan itu? Padahal saat itu aku sedang sendirian. Apa dia mengintip? Tidak mungkin juga, aku bicara itu dalam hati. Siapa dia sebenarnya? Kenapa bisa tahu pikiranku?"

8:05:01

"Ayo, ikutlah dengan kakak, kasihan gurumu menunggu."
"iii, iya kak..."

Lalu mereka berdua berjalan, menuju ruangan 4 dimana guru berada.

"Siapa dia ini? Dia datang tiba-tiba tanpa terlihat sebelumnya. Dia datang saat pikiranku sedang rumit, datang begitu saja..."

"Kita sudah sampai, ayo masuk." Ucap kakak guru sambil tersenyum.

"Iya kak, terima kasih."

"Sama-sama."

"Akan kucari tahu siapa kau!" dalam hati Akiko.

----

Lalu sang kakak guru mengenalkan Akiko kepada guru musiknya yang baru, "Suzuha Karada".

"Siapa namamu?" Tanya Suzuha

"Emm, Akiko..."

"Senang berkenalan denganmu." sambil menjulurkan tangan, mengajak bersalaman. Dan Akiko menjabat tangan Suzuha dengan dingin.

"Sebentar ya, ada yang ingin aku obrolkan dulu dengan gurumu. Kamu bisa duduk dulu di sana" Suzuha sambil menunjuk kursi yang berada di sebelah kirinya. 

Duduklah Akiko, lalu kakak guru dan Suzuha berbicara berdua dengan suara pelan di lawang pintu.

"Apakah Akiko seperti itu?" tanya Suzuha.

"Memang, dia sering sekali mengalami pengalaman yang tidak mengenakkan. Dia sepertinya masih trauma dengan beberapa kejadian buruk yang menimpanya.Dan dia berubah menjadi seseorang yang rendah diri. Bisa kau bantu aku menyembuhkannya, dan mengubah dia menjadi seseorang yang hebat? Tentu saja aku akan membantumu"

"Hm, mungkin... Apa hal positif potensial yang kau lihat dari dia?"

"Dendamnya terhadap Tanaka, temannya yang sekarang juara 1 Kaizu Band Contest di Okinawa. Jika kita cerdas, kita bisa mengubah dendamnya jadi energi penggerak semangatnya."

"Oh, dan selain itu, dia juga bisa mengenal tinggi nada, setahuku dia belum pernah mendalami musik. Hm, aku terpikirkan sebuah rencana. Ini dia ...."

Bla bla bla

Akiko meratapi mereka berdua.

"Apa yang mereka bicarakan? Mereka berdua terlihat begitu akrab. Apakah ada sesuatu yang mereka rencanakan?" 

"Oke kalau begitu! Ayo kita laksanakan rencana kita, kita ubah Akiko. Kita saling bantu, okay?" Respon Suzuha.

"Oke, don't lose contact."

"Apa yang akan mereka lakukan padaku!?"

==============End of file part 1=============

Akiko Hisama ~the first light 5

Merenung dan terus merenung.. "Dan rasanya aku mulai capek dengan perenungan ini.. Hh"

Akiko mengambil telepon selulernya beserta earphonenya. Duduk dengan relaks, menyambungkan jack earphone ke ponselnya, menempelkan earphone ke kedua telinganya. Membuka media player, dan browsing lagu yang terdapat pada memori ponselnya. "Ah ini dia."

Dia memilih sebuah lagu yang dinyanyikan oleh sebuah band pop jepang, Sebuah lagu yang memang memberikan semangat bagi Akiko, apalagi setelah dia mengalami sakit hati.

Ya memang, dalam satu part ini hanya menceritakan Akiko dan ponselnya, yang mengubah hidupnya.

Akiko membuka facebooknya dengan ponselnya. Sambil browsing-browsing home page FBnya. Ding. Ada sebuah berita. Orang yang ternyata selama ini sering menyakitinya, bandnya menjadi juara nomor satu dalam Kaizu Band Contest 2011. Terdiam.

"Kenapa orang lain bisa sedangkan aku..", dalam hati.

Tiba-tiba dari arah belakangnya datang seseorang. Dia guru yang tadi berbicara dengannya..

"Aku tau kok, biar aku bantu kamu."

Akiko terdiam.

"Aku kenal dengan seseorang, yang bisa menjadi gurumu, guru untuk membimbingmu menjadi seorang penggitar solo."

"Tapi, suaraku jelek Kak.. Lagian aku belum bisa main gitar.."

"Semua orang punya potensi masing-masing. Untuk saat ini, suaramu memang belum bagus. Kamu memang belum bisa main gitar.."

Sang guru mengambil gitar di belakang bus.

"Coba, dengarkan dua bunyi ini."

Guru itu memetik senar gitar pertama. Selang 2 detik, guru memetik senar ke 6.

"Mana nada yang lebih tinggi?"
"Yang pertama." Jawab akiko
"Tepat. Ini bukti kalau kamu punya bakat di musik. Kau bisa mengenali tinggi nada tanpa latihan sebelumnya."

Akiko diam.. Dan pikirannya mulai terbuka.

"Bagaimana? Mau aku pertemukan kau dengan pembimbingmu?"

"Mauu!" Dengan semangat penuh.

"Ok, besok, kau bertemu denganku di sekolah pukul 8 pagi. Sekarang relaks-lah, kakak tinggal dulu."

Guru pun meninggalkan Akiko. Akiko kini sendiri di bus.

"Aku pasti bisa! Lihat saja nanti, Tanaka!"

small paper from heart

Aku kadang ingin bercerita. Tetapi bingung mau bercerita lewat media apa. Kucoba lewat status facebook, yang ada malah kontroversi. Ya sudah, aku  pindah saja ke blog.

Aku jadi berpikir, "Sahabat yang sebenarnya itu seperti apa sih?". Tanda tanya besar dalam benakku. Ketika aku begitu perhatian kepada sahabatku, dibilang berlebihan. Kurang perhatian dianggap cuek. Lantas, apa yang pas? Aku bingung. Sebenarnya, bagiku yang kata orang "berlebihan" itu normal bagiku. Saling memberikan perhatian. Memang seharusnya seperti itu kan?

Dan, sahabat itu yang bisa saling memaafkan, saling mengingatkan, dan ketika salah satu sahabatnya sedang sedih, menghibur. Saling mengulurkan tangan, Ya kan? 

Euh... Astagfirullah...

Berharap, ada seseorang yang bisa membantuku menghilangkan rasa galau ini, sahabat sejati..

Best Friend

もう大丈夫心配ないと 泣きそうな私の側で
いつも変わらない笑顔で ささやいてくれた
まだ まだ まだ やれるよ&quot;,&quot;だっていつでも輝いてる&quot;
時には急ぎすぎて 見失う事もあるよ&quot;,&quot;仕方ない&quot;
ずっと見守っているからって笑顔で
いつものように抱きしめた
あなたの笑顔に 何度助けられただろう
ありがとう ありがとう Best Friend

こんなにたくさんの幸せ感じる時間は 瞬間で
ここにいるすべての仲間から 最高のプレゼント
まだ まだ まだ やれるよ&quot;,&quot;だっていつでも みんな側にいる&quot;
きっと今ここで やりとげられること&quot;,&quot;どんなことも力に変わる&quot;
ずっと見守っているからって笑顔で
いつものように抱きしめた
みんなの笑顔に 何度助けられただろう
ありがとう ありがとう Best Friend

時には急ぎすぎて 見失う事もあるよ 仕方ない
ずっと見守っているからって笑顔で
いつものように抱きしめた
あなたの笑顔に 何度助けられただろう
ありがとう ありがとう Best Friend

ずっと ずっと ずっと Best Friend
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Akiko Hisama ~the first light part 4

Langah demi langkah, menjauhi sang kakak instruktur. Semakin jauh, semakin melambat dan semakin mendekati bus yang mengantar rombongan Akiko dan kawan-kawan SMA. Akiko pun duduk di sebuah batu besar.

Melamun..
Melamun..

Dan tidak lama, datanglah seorang guru yang dikenal sebagai guru yang paling hebat di sekolah itu. Guru itu duduk disamping Akiko dan mengajaknya ngobrol.

"Kenapa, Akiko-chan?" Tanya guru dengan lembut.

"Nggak ada apa-apa kok.."

"Aku tahu masalahmu."

Akiko pun terdiam seribu bahasa.

"Kenapa kamu sesensitif itu?"

"Begini Kak, aku merasa, begitu banyak orang yang membenciku. Mereka mengejekku, menindasku. Padahal aku ga pernah jahat kepada mereka."

"Iya. Aku mengerti Akiko-chan. Kenapa kamu tidak mencoba mendekati mereka?"

"Mereka kan udah jahat padaku. Kenapa harus mendekati orang yang udah jahat padaku?"

"Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Itu malah akan memperburuk keadaan. Lawanlah api dengan air, jangan dengan api lagi. Ketika kamu membalas kejahatan orang dengan kejahatan, orang akan semakin jahat padamu. Cobalah balas keisengan mereka dengan senyuman yang tulus. Maka keakraban akan tercipta. Begitu banyak orang yang awalnya saling iseng-isengan seperti ini, selanjutnya menjadi sahabat yang begitu akrab. "

Akiko pun terdiam lagi.

"Mulailah tersenyum kepada orang yang telah iseng kepada kamu."

"Tapi itu sulit." Pengakuan Akiko.

"Memang. Segala sesuatu yang kita lakukan akan terasa sulit untuk dikerjakan, ketika kita belum terbiasa. Maka, biasakanlah."

"Iya. Makasih banyak ya kak."

"Sama-sama. Apakah ada hal lain yang ingin kamu ceritakan? Siapa tahu aku bisa membantu memecahkan masalahmu."

"Kayaknya untuk sekarang-sekarang ini cuma itu Kak."

"OK. Ketika kamu punya hal ingin yang dicurhatkan, temuilah aku di Ruang BK."

"Iya kak. Makasih. Aku tinggal ya Kak?"

"Ok. Jangan lupakan biasakan apa yang aku bilang ya."

"Iya kak."

Akiko pun pergi meninggalkan guru dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti celananya yang basah sambil membersihkan bekas ngompolnya. Setelah selesai, dia masuk ke bus dan duduk sendiri.

Merenung..


---- end of part 4
To be continued.

------------


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Akiko Hisama ~the first light part 3

Ya kini dia telah menduduki bangku SMP.

SMP kelas 1 (kalau di Indonesia biasanya kita menyebutnya kelas 7)
Dia mulai masuk ke lingkungan baru, lingkungan yang benar-benar berbeda dengan sekolah asalnya. Kurang kebersihan, kurang kerapian, kurang kebahagiaan. Inilah keadaan sekolahnya sekarang.
Dia masuk seperti orang yang tertindas. Cupu lah, biasa orang mengatakannya. Kebiasaan pemakaian celananya yang seperti Jojon (anda tahu Jojon kan? Maaf kalau ada orangnya), menjadi ejekan tersendiri bagi teman-teman barunya, sekaligus ciri khasnya.

"Apakah dia yang namanya Akiko?" Tanya salah seorang temannya yang belum mengenalnya.
"Ya, lihatlah dari caranya memakai celana." Jawab Tanaka, teman sekelas Akiko.
"Ternyata dia amat mudah dikenali ya.."
"Begitulah". Tanaka mengakhiri percakapan

Itu hanya contoh "bagaimana Akiko dikenali" melalui ciri khasnya, "celana Jojon"

Teringat, Ketika masa orientasi sekolah, ada sebuah games (baca: Flying fox). Akiko disuruh naik ke atas, ke tempat biasa orang "dilemparkan" dari satu ujung kawat flying fox menuju ujung lainnya.

Karena saking takutnya, kakinya begitu gemetaran. Dan naiknya juga sangat lama...

Akhirnya sampai juga di puncak. Sang instruktur pun memasangkan safety belt yang mengikat bagaikan ular. Tapi tak separah ular.

"Kaak, jangan terlalu kencang mengikatnya. Sakiit nih.."
Kakak instruktur melonggarkan ikatannya
"Memang seperti ini Dik.. Untuk keamananmu juga. Ayolah. Lebih baik mana, jatuh atau aman tapi seperti ini?" Kakak instruktur kembali mengencangkan ikatannya seperti sebelumnya tanpa lupa tersenyum.
"Iya deh, kayak gini aja.." Jawab Akiko sambil senyum setengah niat.

Setelah safety belt selesai diikat dengan aman, kakak instruktur memberikan aba-aba sebelum Akiko dilempar

"Siap-siap ya! 1, 2.."
"Aaah.. Aku belum siap!" Hitungan terhenti di dua.
"Tiga!" Lengan kakak instruktur melemparkan Akiko.

Akiko meluncur cepat di bawah rel flying fox. Sungguh cepat. Dia berteriak sekencang-kencangnya.

Beberapa detik selanjutnya, Akiko sampai di tempat yang merupakan "dewa penyelamat"nya, tempat pemberhentian. Di sanalah tempat dimana ujung perjalanan flying fox. Dengan pipi yang basah dan celana yang "sama" pula, dia menenangkan diri sambil menunggu ikatan safety belt dilepas oleh kakak pembimbing yang satu lagi.

"Kenapa dik? Sampai ngompol seperti ini?"
"Aku benar-benar takut kak. Kakak yang disana benar-benar jahat! Melemparku begitu saja. Padahal aku belum siap!" Balasnya sambil terisak isak.
"Cobalah ngobrol dengan kakak instruktur itu, kenapa dia melemparmu begitu saja." Jawab kakak instruktur yang menempati pos terakhir dengan bijak.
"Oke kak, makasih." Akiko membalasnya dengan wajah yang nampak "masih menahan beban"

Akiko pun pergi.

"Jangan lupa ganti celana!" Teriak dari belakang.
"Iyaaa!"

Akiko pun menghampiri kakak instruktur yang pertama. Dengan perasaan yang masih kesal, dia pun bertanya,

"Kak, kenapa kakak melemparku begitu saja? Padahal aku belum siap?"
"Dik, waktu itu berjalan, mau tidak mau adik harus menjalani apa yang seharusnya adik lakukan. Jadi, kalau adik nggak maju, ntar adik bakal ditindas sama yang lainnya, jangan menyia-nyiakan waktu."
Pembicaraan terhenti sejenak.
"Ini pelajaran, kita harus siap menghadapi segala macam kejadian yang tidak terduga. Ketika.."
"Cukup!! Aku mau pergi saja!! Kakak tidak mengerti aku!" Bentak Akiko kepada kakak instruktur.
"Ya Tuhan. Tenangkan dirimu!"

Akiko pergi begitu saja, dingin.

"Suatu saat kamu akan mengerti Dik!"

Akiko pergi dengan mata yang berkaca-kaca, dan pipi yang basah. "Kenapa semua orang seperti ini padaku! Tidak ada yang sayang, semua membenciku! Tidak adaa!" Gejolaknya dalam hati.

-- cerita belum berakhir.

-------

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Inikah sahabat?

Ketika kita mempunyai seorang sahabat
Yang begitu dekat, sudah lama bersahabat
Tiba- tiba dia berubah, berubah dan menjauh
Menjadi hanyalah teman biasa
Teman asal sapa.
Apa rasanya?

Tak jelas akibatnya kenapa sahabatku itu berubah
Tak ada angin tak ada hujan
Berubah begitu saja.

Sampai sekarang aku masih mencari sebabnya
Kenapa
Kenapa dia berubah
Menjadi seperti itu.

Padahal kalau aku perhatikan
Dia bersahabat, seperti layaknya sahabat
"Kepada orang lain."

Bahkan lebih dari seorang sahabat!
Duduk berdua saat ujian
Di lain kesempatan, menuliskan nama mereka berdua
"XXXXXX <3 YYYYYY"
Aku memergoki tulisan itu

Aku jadi teringat, perasaan yang menyakitkan itu
Yang saat itu tak terasa menyakitkan
"Kita jadi sahabat aja ya"
Aku memplong disitu
Tapi lihatlah kini

Tapi kenapa dia berubah
Menjadi "bukan layaknya" sahabat
Tidak saling menanyakan kabar
Padahal dulu kita saling menanyakan kabar masing-masing

Tiap aku tanya
"Kenapa kamu berubah?"
Dia selalu mejawab "Gapapa"
Tapi
Aku tahu ada yang dia sembunyikan

Semakin kesini aku makin merasakan ketidakberesan
Semakin kesini dia semakin menjauh
Tali silaturahmi terasa semakin longgar..

Astagfirullah, Aku makin heran, apa salahku?
Apa mungkin karena "yang disembunyikan" itu
Dia menjadi berubah?
Atau perilakuku, yang selalu "lebih" dari sahabat?
Padahal sahabatku yang lain biasa saja.
Biasa saja aku perlakukan seperti itu
Karena aku ingin persahabatan yang TULUS

Padahal.. aku sudah begitu baik kepada dia.
Hm.. Pikiranku buntu

Ya Allah, beri aku petunjuk.

Akiko Hisama ~The first light: part 2

Tiba saatnya Akiko untuk bersekolah. 

Akiko bersekolah di SD fujiyama, sekolah yang masih dalam prefektur yang sama dengan prefektur kelahirannya. Hari pertama dia masuk di sd-nya, memang tidak menyenangkan. Dia adalah seorang yang pendiam, dan pemalu. Karena sifatnya inilah, dia diolok-olok oleh teman sekolahnya.

"Hey cupu!" Canda seorang temannya kepada Akiko sambil memegang kepalanya.

Parahnya, Akiko adalah seorang anak yang perasaannya sensitif. Tak lama Akiko menangis karena tidak terima diperlakukan seperti itu.

Sang guru yang tengah mengajar sontak kaget. 

"Ada apa ini?" Sang guru bertanya.

"Huwaaaaaaaaaa, Kichi mengejekku dan memainkan kepalaku.."

"Ngga kok, Akiko berlebihan tuh! Aku kan cuma nyapa dia.."

"Kichi bohong! Dia.."

"Sebentar." Percakapan dan keributan terhenti seketika ketika sang guru memberhentikan perdebatan diantara kedua anak itu.

"Akiko, ayo minta maaf pada Kichi!" Sang guru meminta dengan halus.

"Tapi.. Kan dia yang salah Bu.."

Sang guru hanya tersenyum mendengar anak yang lugu itu. Dia masih begitu polos, belum mengerti apa-apa.

"Ayo, minta maaf aja ya" 

"Iya deh bu.."

Keduanya saling bermaafan. Biasa, anak kecil. Mudah memaafkan, lalu bermain lagi seperti sedia kala.

Tahun demi tahun terlewati, Akiko tumbuh menjadi seorang remaja. Sekarang dia bersekolah di SMP

~The story just started
 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top