Akiko Hisama ~the first light part 4

Langah demi langkah, menjauhi sang kakak instruktur. Semakin jauh, semakin melambat dan semakin mendekati bus yang mengantar rombongan Akiko dan kawan-kawan SMA. Akiko pun duduk di sebuah batu besar.

Melamun..
Melamun..

Dan tidak lama, datanglah seorang guru yang dikenal sebagai guru yang paling hebat di sekolah itu. Guru itu duduk disamping Akiko dan mengajaknya ngobrol.

"Kenapa, Akiko-chan?" Tanya guru dengan lembut.

"Nggak ada apa-apa kok.."

"Aku tahu masalahmu."

Akiko pun terdiam seribu bahasa.

"Kenapa kamu sesensitif itu?"

"Begini Kak, aku merasa, begitu banyak orang yang membenciku. Mereka mengejekku, menindasku. Padahal aku ga pernah jahat kepada mereka."

"Iya. Aku mengerti Akiko-chan. Kenapa kamu tidak mencoba mendekati mereka?"

"Mereka kan udah jahat padaku. Kenapa harus mendekati orang yang udah jahat padaku?"

"Jangan balas kejahatan dengan kejahatan. Itu malah akan memperburuk keadaan. Lawanlah api dengan air, jangan dengan api lagi. Ketika kamu membalas kejahatan orang dengan kejahatan, orang akan semakin jahat padamu. Cobalah balas keisengan mereka dengan senyuman yang tulus. Maka keakraban akan tercipta. Begitu banyak orang yang awalnya saling iseng-isengan seperti ini, selanjutnya menjadi sahabat yang begitu akrab. "

Akiko pun terdiam lagi.

"Mulailah tersenyum kepada orang yang telah iseng kepada kamu."

"Tapi itu sulit." Pengakuan Akiko.

"Memang. Segala sesuatu yang kita lakukan akan terasa sulit untuk dikerjakan, ketika kita belum terbiasa. Maka, biasakanlah."

"Iya. Makasih banyak ya kak."

"Sama-sama. Apakah ada hal lain yang ingin kamu ceritakan? Siapa tahu aku bisa membantu memecahkan masalahmu."

"Kayaknya untuk sekarang-sekarang ini cuma itu Kak."

"OK. Ketika kamu punya hal ingin yang dicurhatkan, temuilah aku di Ruang BK."

"Iya kak. Makasih. Aku tinggal ya Kak?"

"Ok. Jangan lupakan biasakan apa yang aku bilang ya."

"Iya kak."

Akiko pun pergi meninggalkan guru dan masuk ke kamar mandi untuk mengganti celananya yang basah sambil membersihkan bekas ngompolnya. Setelah selesai, dia masuk ke bus dan duduk sendiri.

Merenung..


---- end of part 4
To be continued.

------------


Powered by Telkomsel BlackBerry®

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top