Kanggo kanjeng Nabi saw.

Umat manusia kini bergembira

Karena Rasul terakhir tlah tiba

Cuaca baru amatlah sedapnya

Manusia abdi Yang Maha Esa

Menurut sebagian kaum muslimin, hari ini merupakan Maulid (Hari Lahirnya) al-Musthafa, Hijrahnya, sekaligus Wafatnya, terjadi pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal. Semua madzhab sepakat bahwa hijrah Rasulullah saw. terjadi pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal, tetapi ada madzhab yang menyatakan Maulid dan Wafatnya pada tanggal lainnya, yang bahasan tersebut bukan merupakan bagian dari hadiah kecil ini. Aku hanya ingin mengenang ia, sang kekasih Allah...

Siapa kaum muslimin yang tidak mengenal nama Muhammad saw? Pasti semuanya mengenal, karena setiap kali adzan dikumandangkan, namanya yang indah itu selalu diperdengarkan. Setiap kali shalat, kita akan menyebut namanya. Setiap kali kita masuk suatu kelas, selalu saja ada yang namanya Muhammad dengan berbagai macam penulisan (ini sih pengalaman saya, hehehe).

Meskipun aku tidak bertemu langsung dengannya, aku mengenalnya hanya sebatas dari literatur yang kubaca. Aku seolah melihat Rasulullah saw melalui imajinasi yang tercipta ketika aku membaca kemuliaan akhlak Rasulullah saw. Kemuliaan akhlaknya yang sempurna lagi luhur, kesederhanaan hidup ketika hartanya digunakan untuk hajat hidup kaum Mustadh'afin (Fuqara dan Masakin), lisan dan perilakunya yang terjaga dari segala keburukan, menjadikan Rasulullah saw sebagai manusia yang sempurna sebagai Uswatun Hasanah, contoh yang mulia.

Kami hadapkan Muhammad
Rembulan mentari suci...

Dialah cahaya yang menerangi kehidupan, bagai rembulan yang menerangi malam. Dia menerangi manusia dengan cahaya Ilahiyah, cahaya petunjuk yang mengeluarkan manusia dari kegelapan. Dialah manusia dengan fisik biasa, dan jiwa yang luar biasa. Dia yang hatinya lembut, sangat penyayang, penuh cinta dan kasih sayang. Dia yang membebaskan yang terbelenggu, dia yang memerdekakan manusia."Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul yang berasal dari jenis (bangsa) mu sendiri, berat baginya (tidak senang) kamu menderita kesusahan, lagi sangat menginginkan kebaikan bagimu, sangat dan tetap pengasih kepada para mukmin." (Q.S. at-Taubah: 128)

Sekiranya dunia ada tanpa ia, niscaya manusia akan ditutupi oleh kejahilannya, oleh kebodohan, kegelapan dunia. Yang tertindas akan semakin tertindas, yang miskin semakin miskin, yang kaya akan semakin menindas, hak manusia dirampas. Tidak akan pernah ada kebahagiaan di dunia ini.
Ya Rasulullah, izinkan aku menyampaikan rasa terima kasihku, terima kasih telah dengan penuh kasih menuntun kami dalam kehidupan di dunia yang gelap lagi hina… Izinkan aku membuka sebuah buku berisi doa-doa yang indah dan kubacakan sebagian kalimat terindahnya, bagimu ya Habiballah…

"Semoga salam, rahmat Allah dan berkahNya selalu tercurahkan atasmu wahai Rasulullah, salam atasmu wahai Muhammad bin Abdillah, salam atasmu wahai pilihan Allah. Salam atasmu wahai kekasih Allah, salam atasmu wahai pilihan Allah yang terbaik, salam atasmu wahai kepercayaan Allah, aku bersaksi bahwa engkau adala Muhammad putra Abdullah, dan aku bersaksi bahwa engkau telah memberikan nasihat kepada umatmu, berjihad di jalan Tuhamu, dan menyembahNya hingga ajal menjemputmu. Semoga Allah membalasmu wahai Rasulullah, dengan balasan paling utama yang telah diberikan kepada seorang nabi dari umatnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawatMu atas Muhammad dan keluarganya, shalawat terbaik dari yang pernah Engkau curahkan atas Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji nan Agung…"

Saudara-saudariku, tiada tujuan dari tulisan ini melainkan untuk menumbuhkan kecintaan kembali kepada sang kasih bagi alam semesta, kekasih Allah, al-Musthafa Muhammad saw. tak peduli apapun madzhab yang dianutnya. Kecintaan kepada Rasulullah, niscaya akan mampu mempersatukan kaum muslimin, dan memperkokoh ukhuwah sesama kaum muslimin. Aku yakin seyakin-yakinnya. 

Ich liebe Muhammad und die Ahle Bayt!

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top