Bulan Maulid, bulan berbagi kasih sayang (1)

Orang-orang pasti mengenal apa itu bulan maulid, biasanya di perdesaan sering dilantunkan shalawat-shalawat kepada kanjeng Nabi, seperti shalawat Nariyah, shalawat Badar, dan banyak jenis shalawatan lainnya. Ditambah juga dengan semarak dan semangat tumpengan, masyarakat berduyun-duyun memasak nasi tumpeng beserta lauk pauknya. Tetapi sayang, banyak diantara kita yang kini mengecapnya sebagai shirk karena terjadi misinterpretasi terhadap hal-hal tersebut. Filosofinya yang saya tangkap adalah mereka meminta berkah kepada Allah dan rahmatNya melalui kekasihnya, Rasulullah saw. dan sekaligus pengungkapan rasa cinta kepada Rasulullah dengan suka cita pada bulan kelahirannya. Jadi bukan menyembah kepada selain Allah. Dengan peringatan maulid Nabi saw. niscaya Rasulullah akan hidup di tengah-tengah kaum Muslimin, tidak sekedar ada.

Saya ingin sedikit bercerita tentang maulid Nabi. Dahulu di komplek saya, maulid Nabi saw. begitu meriah, ada tumpeng, ada lomba-lomba, bagi-bagi sembako, dan lain sebagainya. Anak-anak kecil memancarkan senyum yang lebar hingga gigi-giginya kelihatan. Yang remaja saling menyemangati rekannya yang memakan kerupuk, sekelompok qari yang sama-sama superior melatunkan al-Qur'an dengan sangat merdu, masyarakat mengambil berkah dari tumpeng. Terlalu banyak jika diceritakan di sini.

Kini semua itu sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah ceramah malam hari yang diadakan DKM masjid (dan ini juga tidak semua masjid mengadakan). Kemanakah keceriaan di bulan kelahiran Sang Musthafa? Jangan semakin memudar dan akhirnya hilang...

#bersambung

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top