Malas, pergilah kau
Jangan kau usik mimpiku
Semoga aku segera mendapatkan caranya
Agar kau tak memiliki kuasa atas diriku
Ada yang berwarna dengan kesederhanaannya
Juga ada yang rumit dengan segala lika-likunya
Keduanya punya nilai yang tak sama
Kupilih yang kedua
Karena itu tak akan mudah dicampakkan waktu
Cinta itu bukan sebatang coklat
Tapi dia adalah sebatang emas.
Yang kemudian menjadi perhiasan
Setelah dia ditempa dalam bara
Peluh, air mata, dan darah sekalipun
Itulah
Derita sebagai tanda cinta.
Aku mencintaimu.
Untuk apa Dia mewajibkan mengagungkan namaNya setiap hari?
Supaya ketika kau ditimpa masalah besar, kau masih sadar kau punya yang lebih besar dan kuasa daripada masalah itu. Kemudian kau kembali dengan tangisan dan Dia merangkulmu dan membelaimu dengan penuh kasih sayang, seraya bergerak menyelesaikan masalah yang sudah tak mampu kau selesaikan.
Jihad
Banyak yang memaknai jihad itu dengan keluar rumah, kemudian menumpahkan darah orang yang berbeda paham dengan mereka, yang mereka gelari dengan julukan yang menyakitkan, salah satunya: kafir
Mungkin banyak yang tidak tahu apa arti kata dalam bahasa Arab ini. Tetapi, raut wajah yang meneriakkan kata ini sudah cukup menjadi pisau yang menusuk hati.
Itukah jihad?
Betul, jihad itu keluar dari rumah dan kemudian melakukan pengembaraan. Tetapi aku punya pemaknaan lain.
Rumahmu itu egomu, jihadmu itu keluar dari rumahmu itu. Itu perjuangan besar, melawan keakuan tiadalah mudah. Pengembaraan sudah dimulai semenjak kau mencari pintu dan mencoba membukanya. Tidak mudah, tapi mungkin. Pasti bisa jika kau mau.
Coba sejenak kamu lihat orang kesusahan di sekitarmu. Kamu punya makanan sedikit yang tinggal satu-satunya, hanya untukmu. Apa yang akan kau lakukan? Simpanlah jawabnya dan renungkan.
Jihad itu adalah pengorbanan. Dan pengorbanan itu tanda cinta. Pertanyaan selanjutnya, apa yang kau cintai?
Kalau kau mengejar cinta yang sementara, maka kau akan mendapatkan ketidakpuasan yang tak berujung, yang malah akan menjadi neraka yang membakar dirimu
Jika kau mengejar cinta sejati, kelak kau akan mendapatkan kebahagiaan
Tetapi bersiaplah, bala bencana akan berdatangan. Mereka akan menguji kecintaanmu.
Setiap pos yang kau berhasil lalui akan menguatkan cintamu.
Hmm
Dan, ruh manusia itu abadi, karena ia bagian dari Tuhan.
Aku mencintaimu.
Hatimu telah menjadi lebih keras ketimbang batu
Dia memberimu angin ribut
Bukan pertanda Dia membenci
Tapi, itulah tanda kasih sejati
Supaya kau kembali padanya dengan tangisan
Dan kemudian Dia mengulurkan tangannya
Membelaimu dengan kelembutan kasihNya
Memelukmu dengan hangat cintaNya
Bukankah itu indah?
Ujian apa yang lebih berat selain yang datang dari dalam dirimu sendiri, dan mungkin, yang kau cintai?
Aku tetap mencintaimu, hanya kerikil dan duri ini menghantam bertubi-tubi mencoba mengaburkan semuanya
Maafkan aku. Tapi ingatlah, aku akan berusaha mengejar kebahagiaan itu: aku dan kamu, selamanya.
Dan itu yang menguatkan aku. Ujian menguatkan cinta.
Duhai hujan,
Apa yang paling membasahi mata
Selain kerinduan kepada sang kekasih hati yang jauh di sana?
Apa yang paling membahagiakan hati
Selain mengelukan kedatangannya?
Begitu indah untaian katamu itu
Ia menembus relung hati dengan cara yang begitu halus
Barisan huruf yang kau rangkai telah membawa jiwamu dengan cara yang menawan
Apakah kau tahu kreteg haté?
Sang guru pernah berwasiat, itulah ujian terbesar manusia.
Lebih hebat dari lawan manapun
Perasaan yang tiba-tiba muncul tak jelas asal muaranya
Dan, kubutuh waktu untuk mengendalikan itu.
Mungkin itu yang kau maksud?
Memang dengan firasat, keduanya terpisah sehelai rambut.
Kau merasakannya? Maafkan aku......
Tapi, tanpa kau aku akan mati sebelum ia berakhir membuat prasangkaan.
Kau yang menguatkan aku, tiada lagi.
Untukku melawan "aku"
Yang seringkali menusuk diri dengan halilintar
Dan kuingin lawanku itu menjadi kawan
Karena ia takkan terpisahkan.
Tuhanku,
Dikala gelapnya perjalanan
Jalan begitu bercabang membingungkan
Tak tahu mana yang harus kupilih
Hampir kuputus asa
Kulihat darah berceceran diantara para saudara
Kudengar lisan kotor menebas setiap yang menjadi tujuannya
Kurasakan hati yang dingin membeku tak berperasaan
Tak kupercayai lagi keyakinanku kala itu
Tak ada yang lisannya berbicara ayat Tuhan bisa aku percayai
Aku menjadi orang yang terombang-ambing mencari cahaya
Tak tahu harus kemana
Tapi, pertolonganMu selalu datang
Dari arah yang tak terduga dan bentuk yang tak terkira
Ajaran yang selama ini dihujam fitnah tak berujung
Termasuk juga para pengikutnya
Ternyata jawabnya
Kini, aku mulai melihat seberkas cahaya
Menuju mata air idaman setiap jiwa yang kehausan
Mata air ajaran cinta, ketulusan dan kebahagiaan
Yang setiap tetesnya menyejukkan hati yang kering hampa
Perjalanannya terjal, tak mudah
Batu kerikil, lumpur licin
Lembah yang menukik, puncak yang tajam
Itulah konsekuensi untuk meraih setiap yang indah
Hei!
Coba tengok atasmu itu
Ada kilauan cahaya
Terangi malam yang dingin
Sama seperti kau
Kau yang berbinar itu
Menerangi malam yang gelap
Menghangatkan angin yang dingin
Yap, kau jauh. Berapa ribu kilometer?
Tapi masih bisa kurasa hangatmu
Masih terang cahayamu menembus sukma
Getaranmu tetap mampu mengguncangku
Bumi ini senantiasa merindu rembulan
Kurindu kau dalam hangatnya hubungan jiwa
Menanti hadirmu, untuk selamanya bersama mengarungi hidup
Selamanya. Dunia dan akhirat.
