Tuhanku,
Dikala gelapnya perjalanan
Jalan begitu bercabang membingungkan
Tak tahu mana yang harus kupilih
Hampir kuputus asa
Kulihat darah berceceran diantara para saudara
Kudengar lisan kotor menebas setiap yang menjadi tujuannya
Kurasakan hati yang dingin membeku tak berperasaan
Tak kupercayai lagi keyakinanku kala itu
Tak ada yang lisannya berbicara ayat Tuhan bisa aku percayai
Aku menjadi orang yang terombang-ambing mencari cahaya
Tak tahu harus kemana
Tapi, pertolonganMu selalu datang
Dari arah yang tak terduga dan bentuk yang tak terkira
Ajaran yang selama ini dihujam fitnah tak berujung
Termasuk juga para pengikutnya
Ternyata jawabnya
Kini, aku mulai melihat seberkas cahaya
Menuju mata air idaman setiap jiwa yang kehausan
Mata air ajaran cinta, ketulusan dan kebahagiaan
Yang setiap tetesnya menyejukkan hati yang kering hampa
Perjalanannya terjal, tak mudah
Batu kerikil, lumpur licin
Lembah yang menukik, puncak yang tajam
Itulah konsekuensi untuk meraih setiap yang indah

0 komentar:
Posting Komentar