Nampaknya sudah beberapa kali Tuhan menurunkan tanganNya untuk membimbing aku, tapi seringkali aku tak sadar, kalau tak terlupa.

Yap, aku terpuruk kini. Tak perlu kujelaskan mengapa aku terpuruk. Tetapi yang jelas keterpurukan ini membawaku bagai angin berhembus di khatulistiwa, ia bisa tak menentu. Aku hanya sehelai kertas di garis ini.

Tamparan keras ini belum kunjung hilang bekasnya, ia masih meninggalkan perih. Karenanya ia menambah apa yang ada dipunggungku, sembari ribuan langkah menanti.

Masih banyak lagi.

Tapi, setelah badai pastilah ada pelangi. Tuhan selalu punya rencana indah setelah bala menerkam, mengoyakkan jiwa. Percayalah, maka semua akan terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top