Rasanya sudah sangat lama saya tak menulis hal-hal yang rada serius di blog ini. Isinya paling hanya curhatan, puisi, dan kadang kata-kata yang tak jelas. Jujur, keadaan membikin semua rasanya jadi lumayan puyeng hingga akhirnya saya lupa kalau sebenarnya saya punya obat yang bisa dikatakan sebagai "parasetamol kecil-kecilan": Goblog. Ngeblog maksudnya, go-blog.
Dan pada akhirnya pada suatu hari saya harus ngarang karya sok ilmiah (makanya kelompokku gagal, yang kerja single core) yang ditujukan untuk ikut lomba M pangkat dua yang diadakan oleh HIMA Fikom UI (Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, in case you need the long way). Brengsek, pusing, rasanya seperti baru makan racun tikus. Sudah lama tak menulis, kata-kata seolah beku begitu saja.
Kata orang yang bijak, tak ada kata terlambat (tentu saja sebelum mati) untuk memulai sesuatu. Aku ingin menulis lagi, meski hanya untuk bertulis tak karuan; karena itu mencairkan otak yang beku setitik demi setitik. Sedih jadi manusia yang otaknya beku tak terjamah keindahan kata, hidup garing luar biasa. Pandangan mata berubah menjadi kamera era 50'an. Warna itu-itu saja yang dilihat; kalau tak hitam, abu, ya putih.
Menulis pasti berpikir, dan menuntut penulis untuk membaca. Mau nulis apa kalau tak baca?
Proses berpikir itulah yang mencairkan pikiran dan membuat berpikir mengalir. Setidaklah itu yang pernah kubaca tentang otak; menulis menyegarkan pikiran, selain sarana untuk ekspresi diri. Jadi, mari menulis!
*saatnya ngasiin surat lamaran magang. see you next time!*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar