Rasanya begitu banyak hal yang mulai hilang dari diriku ini, semenjak usia semakin bertambah (dan tambah tua). Salah satunya kebahagiaan, yang makin lama semakin (seolah) meluntur. Begitu banyak hal yang tiba-tiba menjadikan bahuku sebagai tumpuannya; banyak sekali hal yang tak terduga. Beban hidup makin banyak, makin cebol kebahagiaan diri. Ya, karena aku memang belum menemukan peringan bebanku itu.
Itu cuma curhat sana sini.
Seorang kawan mengirimkan pesan singkat mengenai keadaan nostalgia. Sekarang malam 19 Ramadhan, yang menurut beberapa kalangan sudah termasuk kedalam saatnya menyambut Lailatul Qadar, malam seribu bulan ingatan beberapa orang. Sebuah malam ketika Qadar seorang anak Adam ditentukan untuk setahun kedepan, dan beribadah tepat di malam itu maka seseorang akan mendapat pahala beribadah 100 bulan. Duka terasa menyambar, 19 hari masih juga belum berhasil menjadikan setiap langkah bermanfaat.
Tapi bahasannya bukan itu.
Melanjutkan cerita temanku itu, dia merindukan anak-anak yang bershalawat, melihatnya dari layar hanya membangkitkan kenangan dan semuanya di zaman ini sudah hilang. Ia tak sendiri dan berbicara kepada orang yang sama-sama merasakan hal yang sama. Dahulu di masa kecilku, ngabuburit hampir selalu diisi dengan kegiatan yang menyenangkan. Mulai dari main petak umpet sampai mengajari anak kecil mengaji di masjid. Serius, aku pernah jadi mentor pesantren kilat tanpa pengalaman mengajar sama sekali sebelumnya.
Ah, aku rindu dengan itu semua. Persetan dengan peruncing konflik politik berlatar belakang agama.
Dulu aku suka berkelana dengan berbagai macam jenis kendaraan (dan sekarang pun masih suka, tetapi energi tak sebesar dulu). Sepeda, motor, mobil, dan buku. Semuanya membawaku pada warna baru dan tak banyak yang suka dengannya. Aku terlalu berkukuh dengan keputusanku yang sebenarnya karena kebodohanku sendiri. Beruntung sekarang sudah lebih lunak, meskipun dikata hanya sedirik.
Semuanya luntur karena orang yang memakan uang. Ah. Ah....
*gorengan gosong*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar