Hari ini kali pertama mencuci baju satu keranjang besar dengan mesin cuci yang kecil. Sela-sela kuku jari mulai terasa perih dan pergelangan tangan pegal. Ngantuk.
Dan saya baru ingat berniat untuk membuat tulisan tentang pencarian kemarin. Sip oke, mari tersenyum :)
Kemarin saya menghabiskan hampir tiga jam bukan cuma untuk berbelanja, tapi juga sambil berpikir. Awalnya saya datang ke BEC dengan niat mencari hard disk eksternal untuk archiving alias cuma mengarsipkan data.
Saya punya semacam "bekas pukulan" ketika hard disk komputer saya mati total pada tahun 2009-an dan datanya tak bisa dipulihkan, otomatis kenangan saya dari semenjak SD dan SMP lapur semua. Tapi saya jadi tahu tanda-tanda hard disk sangat sebentar lagi bakal pensiun: bunyi putaran yang kasar, suara cetrak-cetrak seperti logam berbenturan dengan logam lainnya (itu headnya!), data tiba-tiba corrupt tanpa power loss, bad sector banyak ketika diperiksa lewat disk check, dan akses aplikasi maupun berkas yang sangat lama, dan sering kali gagal. Saya tak pernah menerima peringatan dari fitur SMART yang lebih tahu kondisi hard disk, sehingga tindakan pencegahan jauh lebih baik. Pada tahun 2012 hard disk saya yang dibeli untuk menggantikan yang rusak tahun 2009 itu menunjukkan beberapa gejala itu, dan tak lama rusak. Untung sudah diback up ke Hard disk yang baru dibeli itu beberapa waktu sebelum Hard disk lama rusak. Alhamdulillah, experience is the best teacher.
Dan hard disk saya tahun ini sudah menunjukkan beberapa gejala kerusakan itu, sehingga saya meluangkan untuk membeli media buat pencadangan data. Saya lakukan quick research, Google is now your best friend.
Dan saya batal membeli hard disk eksternal itu, salah satu alasannya karena, mahal. Budget mahasiswa gitu loh. Akhirnya saya jatuhkan pilihan membeli optical disc drive tipe DVD dan puluhan keping dvd kualitas top. Saya memilih DVD burner internal saja, karena lebih murah hampir dua kali lipat daripada yang eksternal, dan membakar tiga kali lebih cepat, meskipun tetap saja saya ngeburn di 8x supaya datanya aman hehehe. Satu lagi kenapa lebih memilih internal: kalau rusak gak begitu nyesek, dan bisa saya bongkar untuk dijadikan mainan. Hahaha.
Alasan kedua, pilihan teraman. Saya melakukan googling dan banyak orang memilih untuk menggunakan DVD daripada hard disk. Sifat hard disk yang magnetized membuat user harus merefresh datanya setidaknya setahun sekali, jika tidak maka data tersebut perlahan akan rusak dan saya tipe yang kadang lupa. Dan sebagaimana yang kita tahu, Hard disk sangat rentan terhadap guncangan, medan magnet, dan mungkin juga kualitas kabel yang menghubungkannya dengan komputer. Semua hal tersebut tak terjadi dengan DVD. Tapi tak ada gading yang tak retak: dvd rentan gores, panas, dan Kelembapan, untungnya saya bisa apik. Hard disk sebetulnya rentan terhadap yang dua terakhir juga sih. Tetapi selain itu juga saya harus mengakui mengarsipkan data menggunakan DVD lebih repot juga, tak seperti hard disk karena faktor DVD yang per kepingnya maksimal efektif 4.38 GB, sehingga harus membuat per folder yang besarnya sesuai kapasitas DVD.
Penutup, saya pernah dengar tentang M-Disc. Bukan merek elektronik, tapi sejenis keping DVD yang bisa bertahan sampai 100 tahun. Saya coba cari apakah ada yang jual di Indonesia tapi masih belum nemu. Barangkali ada yang tahu lebih detail tentang M-Disc, ngobrol pasti seru. Atau mungkin ada pendapat lainnya. Hayuk ah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar