Keamanan Informasi

Cyberthreat (ancaman di dunia siber) belakangan ini semakin panas. Belakangan terjadi kebocoran data yang mengakibatkan hal yang tak teringinkan terjadi.

Menjaga keamanan informasi di kehidupan hari ini tak bisa diabaikan. Mereka menjadi lebih vital. Kita harus lebih melek. Misalnya, ketika kamu sebarangan menyimpan data KK, orang bisa mendaftarkan nomor hp atas namamu dan digunakan untuk menipu orang. Ketika dilacak kepemilikan nomor tersebut, ternyata nomor itu atas namamu yang padahal kamu sendiri ngga mendaftarkan. Nah loh?

Langkah awal yang harus dilakukan untuk mengamankan informasi adalah dengan mengidentifikasi seberapa "berharganya" data itu. Semakin berharga, tentu harus semakin kuat penjagaannya. Misalnya, jika data itu jatuh ke pihak lain dan dapat disalahgunakan hingga menimbulkan kerugian materil maupun non materil, maka data itu harus diamankan secara ketat. Biasanya itu berupa data pribadi (PII, personal identifiable information, semisal KTP), password, dan sebagainya. Sedangkan, foto kucing, perlukah pengamanan ketat?

Semoga kelak kita bisa lebih aware dengan keamanan informasi :)

HP jadul

Belakangan Nokia bangkit lagi. Selain jualan HP Android, juga mereka jualan HP klasik. HP klasik suka dibilang hp jadul, feature phone, atau dumb phone.

Saya pertama pakai HP masih hitam putih dengan nada turanat turinit. Pertama pakai HP, dalam artian pertama ngoprek HP. Walaupun masih kecil, saya suka ngoprek barang-barang elektronik. Masih inget dulu, hp Motorola (seri v berapa gitu) dengan kartu proXL yang bening. Kalau boleh jujur, perdana jadul keren-keren. Wadahnya ada yang pakai boks metal, plastik tebal, dll. Desainnya juga unik-unik, banyak bukunya juga. Beda jauh dengan sekarang yang cuma kartu dilapis kertas. Plastik aja udah bagus banget.

Kembali lagi. Saya kepikiran untuk kembali ke HP klasik. Sebetulnya, tahun kemarin sempat off smartphone dan pakai hp jadul selama sebulan. Asli, di awal banyak kekhawatiran tetapi ke sininya malah jadi lebih nyaman, dan kekhawatiran itu hilang. Ada kenyamanan tersendiri yang kalau diceritakan, bisa jadi panjang (nanti kuceritakan). Walaupun, meski begitu, ada saja konsekuensinya. Misalnya, kelewatan berita dari WhatsApp. Banyak yang terjadi ternyata, dan ketika mengaktifkan kembali WhatsApp, chat ngaburudul. Dan salah satunya ada kesempatan berharga, sayang terlewatkan.

Tapi, satu-satunya yang menghalangi saya untuk balik ke dumbphone cuma WhatsApp. Kalau WhatsApp sudah bisa di desktop atau laptop tanpa harus aktif smartphone, mungkin saya hanya bakal menenteng laptop dan hp jadul itu. Dan mungkin, MiFi. Dan ketika laptop sudah ditutup, disitulah saya hidup di dunia nyata.

Semoga whatsapp bisa aktif tanpa smartphone. Kalaupun tetap ga bisa, saya mau coba emulator.

Fuyu no nai Karenda (Kalender tanpa musim dingin)



……どんなに心が寒いときも
ふたりはあたたかかった
過ぎた時間は
冬のないカレンダー……
Di kala hati terasa sedingin apapun 
Berdua ‘kan menjadikannya hangat
Waktu t’lah yang berlalu ‘kan menjadi
Satu kalender tanpa musim dingin

ほどけること知っていても
手をつなぎたかった
ひきとめても追いかけても
時は流れるね
Walau kutahu kelak akan terlepas
Kutetap menggandeng tanganmu
Sekuat apapun kumencegah, sejauh apapun kukejar
Waktu pun tetap bergulir...

今よりも素敵になって
出逢うために
ひとは別れてゆく
Dan kini ia terasa menjadi lebih indah
Demi perjumpaan pun orang rela berpisah

あの日のまなざし
風のゆくえ
かなわなかった約束
そっと
両手で胸に抱きよせる
Kala itu aku menilik
Dimanakah angin berada
Janji yang tak terpenuhi itu
Dengan lembut
Merangkul diriku dalam lubuk hati

どんなに心が寒いときも
ふたりはあたたかかった
過ぎた時間は
冬のないカレンダー
Di kala hati terasa sedingin apapun 
Berdua ‘kan menjadikannya hangat
Waktu t’lah yang berlalu ‘kan menjadi
Sebuah kalender tanpa musim dingin

白い空がこぼれ落ちて
肩に降りつもる
涙よりも笑い顔が
悲しいのはなぜ
Langit putih mulai gugur berjatuhan
Terus berjatuhan, bertumpuk di atas pundak
Mengapa melukiskan senyum di wajahku
Terasa lebih sedih daripada menangis?

今よりも素敵になって
生きるために
ふたり歩きだすよ
Dan kini ia terasa menjadi lebih indah
Untuk terus hidup,
Kita berdua harus mulai melangkah

愛するときめき
熱い想い
さがし続けている夢
いつか
両手できつく抱きしめる
Dalam mimpi pencarian terus menerus
Akan hasrat cinta yang kuat nan penuh sukacita ini
Kelak
Kedua tangan ini akan memeluk begitu erat

どんなに明日が遠いときも
おもいではあたたかいよ
心の部屋に
冬のないカレンダー
Dikala sejauh apa pun esok hari terasa
Kenangan ini akan tetap terasa hangat
Di dalam ruang hati
Kalender tanpa musim semi 

どんなに心が寒いときも
ふたりはあたたかかった
過ぎた時間は
冬のないカレンダー
Dikala hati terasa sedingin apapun 
Berdua ‘kan menjadikannya hangat
Waktu t’lah yang berlalu ‘kan menjadi
Satu kalender tanpa musim dingin

どんなに明日が遠いときも
おもいではあたたかいよ
心の部屋に
冬のないカレンダー
Dikala sejauh apa pun esok hari terasa
Kenangan ini akan tetap terasa hangat
Di dalam ruang hati
Kalender tanpa musim semi

Strike 2!

Belakangan saya ingin offline, karena hiruk pikuk media sosial dan instant messaging mulai membuat saya pening, bahkan pada tingkat tertentu mengganggu emosi. Tiga hari menggunakan lagi ponsel lipat, yang ada malah masalah. Ada kesalahpahaman. Mungkin memang karena manusia sekarang sudah begitu bergantung kepada teknologi.

Meski demikian, aku yang harus berdamai dengan penggunaan teknologi informasi, tetap masih belum bisa berdamai dengan media sosial, yang mulai membuat kacau banyak hal. Banyak aktor kurang ajar yang menggunakan media sosial untuk memenuhi keinginannya tanpa memperhatikan dampak yang mereka timbulkan. Gila kalau liat media sosial, sedang wabah seperti ini malah banyak orang (atau, orang dengan banyak akun) yang membuat narasi yang memecah belah, baik sesama rakyat maupun rakyat dengan Pemerintah dan menebeng agama. Saya tak masalah dengan orang yang mengeritik Pemerintah demi kemajuan bangsa, yang sebenarnya begitu kelihatan bedanya dengan menjatuhkan. Sederhananya, yang mengeritik akan memberikan solusi yang masuk akal dan tepat sasaran; berbeda dengan menjatuhkan yang argumennya melulu dengan kebencian, membajak emosi manusia dengan narasi yang memancing marah dan takut.

Suaraku kalah berisik dibandingkan mereka, karenanya aku lebih memilih melindungi orang yang sudah bisa mendengar suaraku; dan menjaga kewarasanku sendiri.

Khusus instant messaging, mungkin aku akan mempelajari lagi fitur-fiturnya, selain fitur blok. Karena keluar dari grup akan menimbulkan sentimen yang kurang baik. Dan juga, belajar untuk tidak terlalu mikir berlebihan, atau takut berlebihan. Atau, praduga yang tak terbuktikan, yang hanya lahir dari rasa takut.

Dan aku sedang berusaha berdamai dengan trauma sakit masa lalu. Aku punya sentimen negatif terhadap whatsapp berkat kejadian menyakitkan 5 tahun lalu, yang bekasnya kadang masih terasa, kalau tak perih ya ganjal. Itulah sebabnya kalau balas whatsapp pasti jauh lebih lama daripada misalnya pakai line atau sms; karena aku sebenarnya ogah pakai whatsapp. Tak nyaman.

Tapi apa boleh buat, aku harus berdamai, aku harus mengejar ketertinggalan. Mari saling menguatkan...

Rehat dulu ah!

Hari ini resmi off sementara dari hiruk pikuk media sosial. Jadi media ekspresiku hanya di blog. Mulai hari ini hp lipat samsung mulai beroperasi lagi, setelah sebelumnya sempat lama di lemari.

Ini bukan kali pertamanya aku off media sosial (atau, off smartphone). Sebelumnya pernah sebulan saya tidak aktif media sosial manapun, termasuk IM WhatsApp. Dan pada suatu hari aku harus kembali mengaktifkannya, dan betapa menyesalnya ada satu kesempatan kerja yang terlewat. Tapi aku dapat pola dan pelajarannya: setelah menerima email tentang satu kesempatan, aku harus tetap stand-by IM dan medsos, walau sekeras apapun terpaan anginnya. Dan, jangan overusage, aku harus sayang dengan diriku sendiri, baik jasmani maupun ruhani.

Di wabah COVID-19 sekarang ini, bagiku berinteraksi malah jadi lebih melelahkan. Alasannya, karena aku tak bisa bertemu langsung dengan orang yang berbicara denganku. Berbicara tentang diriku, aku dulu memang sangat malu untuk ketemu orang secara langsung dan lebih memilih komunikasi lewat teks. Tapi kini terbalik, aku lebih nyaman bertemu langsung daripada komunikasi lewat teks. Pesan moral: orang pasti senantiasa berubah, dinamis. Dan itu hal yang baik, jika dilalui dengan baik.

Kenapa lebih nyaman bertemu langsung? Berbicara komunikasi pasti akan ada yang namanya komunikasi verbal dan non-verbal. Verbal itu kata-kata, sekarang ini aku sedang berkomunikasi secara verbal dengan dirimu, dan ketika kau memberikan komen di artikel ini, komunikasi kita menjadi dua arah. Lebih sederhana memang, dan karena sederhananya, komunikasi verbal yang verbal saja sering salah diartikan. SAYA DIKIRA NGAMUK PADAHAL KELINGKING KETIDURAN DI TOMBOL SHIFT. Dan juga, belakangan sedang rame tentang perbedaan arti kata, ya toh?

Komunikasi non-verbal lah yang memberikan nuansa dalam komunikasi. Dan ketika komunikasi hanya verbal saja, aku sering kelelahan menerka non-verbal ini. Misalnya, di tengah percakapan lawan bicara berhenti membalas. Banyak kemungkinannya kan? Kalau bertemu langsung, akan ada cue dari komunikasi non-verbal yang memungkinkan kita membaca apa yang ada dalam hatinya. Oh dahinya kerung, mungkin ia kesal pada kita, maka kita perlu meminta maaf agar persahabatan tetap terpelihara. Btw ada toh, orang yang kesal tetapi memilih diam tak berkata; tetapi warna wajah tak akan pernah bisa berbohong.

Asli, melelahkan. Walaupun misalnya video call, tetap akan ada nuansa dari non-verbal yang hilang. Apalagi kalau sedang rindu. Tak ada emoticon yang bisa menggantikan rasanya dipeluk erat.

Loh jauh toh, kembali ke laptop off sejenak. Dan dengan off sejenak ini, aku juga bisa memulai banyak hal lain, misalnya merenung, membaca, lanjut belajar bahasa Jepang, terusin kursus Machine Learning, ngeblog lagi, banyak toh. Dan bukan berarti aku memutus silaturahmi. Bukan. Aku tetap menerima telepon, sms, dan email. Aku selalu berpendapat, sesuatu yang membutuhkan effort lebih, maka ia akan lebih menyentuh hati; walaupun ia hanya sanggup disajikan dalam sajian yang begitu sederhana. Aku cinta sama yang masih mau smsan sama diriku. Daisuki!

Semoga kita bisa segera saling bersilaturahmi dalam pertemuan!

Hanareteite mo - Megumi Hayashibara



なぜだか しきりに 君が想い出されて
Entah mengapa, seringkali aku teringat akan dirimu
何かあったかと気にかけている 遠いここから
Dari sini, tempat yang jauh
“Apakah terjadi sesuatu padamu? Apa yang sedang kau rasakan?”
離れていたって平気 つうじあえると
Walaupun terpisah, selama kuterhubung denganmu, aku akan baik baik saja

強がったのは僕 でも形無しさ 君で頭がいっぱい
Diriku yang nampak kuat namun sebenarnya begitu rapuh ini,
Amat memikirkan dirimu
途切れてる手紙のその訳 元気ならそれでいいんだ
Walaupun surat dari dirimu terputus,
Jika kau baik-baik saja, itupun sudah cukup bagiku

青い空よりも深い海よりも きりがないくらい好きだよ
Aku suka padamu, jelas tiada samar
Lebih luas dari bentangan langit, lebih dalam dari lautan

離れていても守れますように 強く想うよ 君を
Walaupun kita terpisah, kuharap kau menjaga dirimu
Kuyakin bahwa dirimu kuat

やらなきゃいけない事に 今日も追われて
Hari ini juga, kukejar setiap hal yang harus kulakukan
理不尽なやつもいるよ それでも きっと意味はあるんだね
Ada saja hal yang absurd terjadi
Meskipun begitu, pasti akan ada makna di baliknya
Ya, kan?

わかってるって きっと言ってくれる 君の笑顔そばで見たい
Ku ingin melihat dirimu berada di sisiku, yang sembari tersenyum
Akan berkata: “Aku paham…”

青い空よりも深い海よりも 励まされてるよ いつでも
Aku mendukungmu, selalu
Dengan perasaan yang lebih tinggi dari langit biru, lebih dalam dari lautan manapun
離れていても近く感じあおう 強く想って 僕を
Walaupun kita terpisah, namun perasaanku begitu kuat
Bahwa diriku begitu dekat denganmu

めぐり逢えて今 試されている 愛をやめない勇気
Ku terus mencoba untuk bertemu denganmu, lalu berjumpa tanpa sengaja
Buah keberanian cinta yang tak terbendung

青い空よりも深い海よりも すごい愛がある 信じて
Aku percaya adanya cinta antara kita yang luar biasa
Yang lebih luas dari bentangan langit, lebih dalam dari lautan

離れていても守れますように 強く想うよ 君を
Walaupun kita terpisah, kuharap kau menjaga dirimu
Kuyakin bahwa dirimu kuat

信じているよ 必ず守るよ 離れていても 君を
Ku selalu percaya, tanpa keraguan
Kau menjaga dirimu,
Walaupun diriku terpisah darimu
 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top