Kuliah, cari ilmu atau cari kerja?

"Kamu harus kuliah di jurusan yang prospek kerjanya bagus, kayak informatika! Apaan tuh sastra jepang? Bisa cari duit gitu dengan sastra jepang?"


Kuliah, oh kuliah. Dilema bagi saya, yang sedang mencari dimanakah tempat kuliah yang "baik" bagi saya. Di satu sisi, saya ingin banget kuliah di hal yang berkaitan dengan animasi-animasi terutama 3D, atau nggak di hal yang berhubungan dengan jepang. Di sisi yang lain, kemampuan saya untuk tes gambar agar masuk DKV yang ada animasinya masih dibilang biasa saja dan orang tua saya nampaknya keberatan kalau saya masuk sastra jepang.

Oh... Salah satu dilema terhebat dalam hidup saya. Mau masuk kuliah bingungnya setengah mati. Ingin masuk sini, ada yang keberatan. Ingin masuk sana, kemampuan gambar belum bagus. Padahal menurut saya saat ini untuk membuat sebuah animasi 2D modern atau 3D, skill komputer lebih banyak dibutuhkan daripada skill menggambar, dan cita rasa seni plus komunikasi-lah yang paling utama (Sebuah animasi yang gambarnya biasa saja tetapi komunikasi dan seninya dapet pasti bakal banyak yang seneng). Okelah, skill menggambar diperlukan untuk membuat karakter, tapi kenapa pas testing gambarnya harus bagus? T.T

Kembali lagi ke topik yang ingin saya bicarakan. Banyak sekali orang yang kuliah yang orientasinya kepada kerja. Ah, menurut saya untuk hal seperti ini lebih baik kursus saja! Selain lebih menghemat biaya, kita juga bisa lebih profesional, karena di kursus lebih banyak praktek dibandingkan teori-teori. Toh di lapangan kerja, skill mempraktekkan ilmu lebih penting dibandingkan memiliki banyak ilmu.

Oh, mungkin karena tidak dapat gelar ya kalau tidak kuliah atau ngambil kursus? Jaman sekarang, nampak sekali gelar adalah lebih penting daripada pendidikan. Dengan gelar, kita mudah diterima kerja dan memiliki gengsi tersendiri. Contoh, Prof. DR. K.H. Udin Suganteng S.Ars, M.Eng.Sc., Ph.D. (tambah satu gelar deh, Alm., semua gelarnya akan menjadi omong kosong tanpa ilmu dan dedikasi kepada masyarakat)  Percuma kalau gelar tanpa ilmu! Sayang duit dipake mahal-mahal untuk cari gelar doang. Apalagi tu gelar dipake buat gengsi doang tanpa dedikasi pada masyarakat.

Mengapa kuliah tidak diniatkan mencari ilmu saja? Dengan niat mencari ilmu, kita akan mendapat banyak sekali manfaat! Ilmu yang didapat akan sempurna, dedikasi kepada masyarakat semakin bulat, penawaran kerja akan berebut untuk mendapatkan kita! Meskipun kita hanya memiliki satu saja gelar, S.S. misalnya, jika kita dengan serius mempelajari ilmu yang berkaitan dengan gelar tersebut, kesejahtraan akan menghampirimu.

Jangan takut tidak kebagian rezeki kawan! Nikmat dan rezekiNya terbentang amat luas di jagad kehidupan ini. Jemputlah satu rezeki yang datang kepada kita dengan ilmu, maka rezeki-rezeki yang lain akan tertarik dengan kita karena kita  telah menjemput salah satu "kawan" mereka dengan ilmu. Bandingkan dengan menjemput rezeki dengan gelar, satu rezeki datang menghampiri kita, tetapi rezeki-rezeki lain tak akan tertarik dengan kita, dan pada akhirnya kita sendiri yang harus mencari rezeki-rezeki itu, sendirian. Enakan yang mana?

So, carilah ilmu yang bermanfaat dengan niat sepenuh hati untuk mencari ilmu. Tinggalkanlah gengsi, karena kuliah adalah ajang mencari ilmu, bukan mencari gengsi apalagi gelar. Kuliahlah pada PT jurusan yang "sreg" dengan hatimu, agar kelak kau bahagia dengan hidupmu dan ilmu-mu, jangan sampai menyesal di kemudian hari.

Satu lagi! Wirausaha! Saat ini, di Indonesia hanya memiliki 1,56% (Menteri Koperasi dan UKM) dari total penduduknya, dan idealnya 2%. Mengapa tidak jadi wirausahawan saja? Selain rezeki yang datang akan lebih banyak, kita juga bisa mendapat banyak pahala dari membiayai kehidupan orang banyakan karena kita telah mendirikan sebuah lapangan kerja bagi mereka yang membutuhkan pekerjaan, dan juga mengurangi pengangguran :). Gunakan ilmu yang kau dapat untuk mendirikan usaha. Kawan, 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui perniagaan. Percayalah.

"Jika kau mencintai suatu pekerjaan, apapun itu, uang akan menghampirimu."

Semangat kawan!

3 komentar:

Muhammad Badriansyah Putra mengatakan...

assalamu'alaikum mas,
tulisan nya sangat bagus dan begitu memotivasi,
sebagai calon mahasiswa juga,saya ijin copy diblog saya,buat teman2 saya yang lain, tapi tenang, bakal saya tulis link,
sebagai bukti,silahkan lihat diblog saya rianislam.wordpress.com
terima kasih

Dainyon mengatakan...

Wa'alaikumusalam.

Terima kasih juga telah berkunjung ke blog saya! Dipersilakan untuk menyalin konten dengan tetap mencantumkan sumbernya. Ayo kita saling menghargai hak intelektual setiap orang.

Semoga silaturrahim kita tetap berlanjut ya :)

Dzumrotul Hasanah mengatakan...

memperluas pengetahuan tanpa kuliah itu juga bisa ya kak? :D Terimakasih infonya ^_^

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top