The Way of Love

The Prophet’s Path, the Way of Love 
Only by this Love you’ll rise above 
Like a dove that’s been set free 
Love with longing is the key 
This love with longing is the key


Di sebuah pagi yang sejuk -meskipun bau asap pembakaran sampah-, langit yang bergradasi dihiasi oleh rembulan yang masih berseri dan segerombolan burung yang hijrah dari utara menuju selatan. Jarang sekali saya keluar pada subuh menuju pagi di teras. Ditemani si Mac yang memutar lagu "The Way of Love" karya Haddad Alwi.

Saya jadi teringat, tadi malam saya berdo'a pada malam nishfu sya'ban, suatu malam yang menurut banyak orang, merupakan malam tutup buku amalan manusia. Sebelum benar-benar "tutup buku", manusia memohonkan ampun kepada Rabb-nya, dan juga agar dosanya dihapuskan, sehingga ketika tutup buku, record akhlak buruk manusia dihapuskan, karena telah diampuni oleh Sang Maha Pengampun.

Terlepas dari hal-hal yang berbau fiqh, saya ingin mengutarakan perasaan saya mengenai malam nishfu sya'ban ini. Sekali lagi, mohon lepas baju fiqh Anda.

--

"Sya'ban adalah bulanku", begitulah sabda Baginda Rasulullah saw. Karena ini adalah bulan kekasih Allah swt., maka Allah pun membuka pintu pengampunan seluas langit dan bumi, seluas-luasnya. Sudah menjadi rahasia umum, permintaan sang kekasih kepada yang dicintainya pasti akan dijabah. Sama pula dengan Allah dan kekasih-Nya, Rasulullah. Setiap permintaan Rasulullah kepada Allah pasti akan dijabah.

Honey, nectar, sweetness and cream 
Orchids blooming by a mountain stream 
Star lit skies and waves on the sand 
Next to love they can't stand 
Next to this love they can not stand


Rasulullah semanis madu, bahkan jauh lebih manis lagi, manis yang sempurna. Karena Beliaulah alam semesta diciptakan. Beliaulah yang menyebarkan kasih sayang ke seluruh alam semesta. Dialah Rahmatan lil 'alamin. Shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada Beliau dan Keluarganya.

Malam Nishfu Sya'ban, merupakan salah satu keberkahan dari Rasulullah. Kalau saya boleh berandai-andai, mungkin pengampunan Nishfu Sya'ban itu ada karena permohonan Rasulullah kepada Allah agar Allah mengampuni umat-umat beliau yang berlumuran dosa -seperti saya- di saat bulan beliau. Kalau dari sini, saya bisa membayangkan, betapa manisnya cinta Rasulullah kepada umat-nya. Meskipun kita -termasuk saya juga- "suka" menyakiti Rasulullah karena kelakuan kita, Rasulullah tetap mencintai kita, dengan harapan agar kita berumah menjadi manusia yang lebih baik, yang dekat dengan  Allah, Rasulullah, dan keluarganya.

Kalau saya bicara cinta, ini merupakan tingkat cinta tertinggi, cinta ruhaniah. Biasanya kita, terutama yang masih remaja, cinta kita mengarah kepada cinta jasmaniah. Cantik/tampan, bodinya aduhai, dan sebagai macamnya. Cinta ini akan dengan mudah musnah dan tak akan berlangsung lama. Berbeda dengan cinta ruhaniah. Cinta ini bertahan lama, makin sempurna makin tahan lama. Cinta Rasulullah yang agung merupakan cinta yang tertinggi, yang tak lekang oleh waktu.


Bahkan, Rasulullah menyebut kita (kaum sesudahnya) sebagai ikhwani, saudara-saudaraku. Mungkin kita bisa membayangkan, betapa Rasulullah mencintai kita, sampai dengan romantisnya menyebut kita sebagai Ikhwani. Padahal, Rasulullah sendiri menyebut yang sezaman denganya sebagai Sahabat. Sekali lagi, terbayang kan betapa cintanya Rasulullah kepada kita?

Pada malam Nishfu Sya'ban, saya membaca do'a-do'a yang romantis dan mengharukan semua isinya. Misalnya do'a kumail. Dalam do'a kumail kita mengakui betapa rendahnya kita, kita tidak ada apa-apa tanpa-Nya dan betapa Tingginya Allah swt. Karena derajat Allah Yang Maha Tinggi, kita sebagai makhluk yang rendah memohon perlindunganNya, dan kasih sayangNya. Percayalah, jika kita memohon perlindungan kepada yang lebih tinggi derajatnya, kita akan aman. Apalagi yang derajatnya Tertinggi?

Tidak hanya itu, saya pun membaca ziarah kepada cucu Nabi, al-Husain as. yang syahid di padang Karbala, yang wafat secara tragis, kepalanya yang suci dipotong oleh penguasa zalim yang kotor. Dan masih banyak peribadahan yang dilakukan pada malam ini, seperti shalat tasbih, dzikir, dan masih banyak lagi.

How can I find a way to express
Something that cannot be thought or guesses 
Something more than just words? 
This love is neither seen nor heard 
This love is neither seen nor heard

Cintanya tak dapat dilukiskan oleh kata-kata. Cintanya terlalu indah untuk dinyatakan. Cintanya terlalu tinggi untuk dijamah. Itulah cinta Rasulullah. Tidak seperti kita, cinta kita yang bisa diterjemahkan sebagai "kamu cantik" atau "kamu cakep". Cinta yang tinggi tak dapat dideskripsikan oleh kumpulan huruf. Cinta dari hati, bukan nafsu. Dialah sang kekasih.

Love is the rope given by Allah 
It will save you from every flaw 
Grasp it then He will draw you near...


#Haddad Alwi ft. Debu - The Way of Love

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top