Risalah Perkhidmatan (1): Mahasiswa

Sekarang sudah jam 12 malam, saya baru pulang dari suatu majelis ilmu. Dan entah kenapa, saya susah tidur, sehingga saya memilih untuk menulis ini saja, yang cukup mengganjal di pikiran saya.

Aku ini mahasiswa. Maha, siswa. Maha itu bisa dimaknai sebagai yang tinggi, dan siswa itu gelaran bagi mereka yang sedang belajar. Kita dianggap lebih "tinggi" dari pelajar yang lainnya. Tentu, ketika kita dianggap lebih "tinggi", mereka yang menyematkan anggapan tersebut punya harapan lebih atas kita. Harapan lebih akan kemampuan membuat masyarakat ini lebih baik, itu salah satunya, kupikir.

Tidak untuk sombong, tapi menyandang gelar ini berat. Di pundakku ada kepercayaan yang cukup berat untuk dipikul. Jika aku melepas pikulan tersebut, baik karena sengaja atau lupa, maka aku ini tak lebih dari seorang pengkhianat. Dan aku tentu saja memilih untuk memikulnya saja, daripada menjadi seorang pengkhianat plus plus, pengkhianat + pecundang.

Apa yang kupikul? Kepercayaan mereka yang yakin aku bisa memperbaiki masyarakat.

Dan beberapa hari lalu, aku mengalami paradigm shift karena "ditonjok". Cara pandangku mengenai ini berubah.

Kuliah bukan hanya urusan target nilai besar dengan IP(K) bling-bling. Bukan, tak sesederhana itu. Bergunakah IP(K) bling-bling itu, kalau kamu tak berguna di masyarakat? Itu yang kurenungkan selama ini. Aku tak bersemangat untuk belajar. Buat apa IP(K) gede kalau aku cuma jadi sampah saja, nantinya? Tak berguna bagi kemanusiaan?

Lalu, apa yang kupikirkan? Perkhidmatan. Kuliah, menuntut ilmu, harus dalam rangka perkhidmatan.

Sebagai mahasiswa, anggaplah kuliahmu itu sebagai perkhidmatan. Pertama, perkhidmatan kepada sesama manusia. Buatlah ilmu yang telah kau kuasai bermanfaat, dan kembangkanlah ilmumu itu sehingga kau berkontribusi besar bagi banyak orang (lebih mantap untuk urusan kemanusiaan). Tujukanlah ilmumu itu untuk kebaikan.

Yang kedua, jadikanlah perkhidmatanmu ini sebagai hadiah untuk orang yang kau cintai.

Dan mahasiswa sekarang tidak banyak yang paham, apa itu perkhidmatan. Mungkin saya akan melanjutkannya di tulisan selanjutnya, termasuk yang kedua itu.

Sekarang sudah jam 00.13, kelopak mata semakin berat, dan besok kuliah jam 6 pagi. Sampai nanti! :-)

1 komentar:

fuad mengatakan...

perkhidmatan rasanya sepadan dengan kata daulat, dan daulat dapat bermakna pengharapan penuh atas kuasa yang diyakini. berkhdimat bermakna kesungguhan, "wa ma kholaqtul jinna wal intsa illa liya'budun" memiliki akar makna pengkhidmatan. sebuah analogi yang patut di gali kedalaman maknanya ketika mahasiswa berkhidmat kepada sesama manusia, dan mahasiswa menjadikan perkhidmatan ini sebagai hadiah untuk orang yang kau cintai.

dengan perkhidmatan ini maka mari kita kembangkan konstruksi berfikir wahyu memandu ilmu

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top