Hari apa yang paling cepat? Bagiku, hari Sabtu.
Kemarin pun, rasanya hari begitu cepat berlalu. Di hari Sabtu, aku berusaha "sadar" dengan kehidupan yang sedang kujalani. Istilah bahasa Inggrisnya "living the life", benar-benar hadir dalam hidupku. Internet di sekitarku kumatikan (kecuali akses internet untuk keluarga; hanya yang pribadi saja yang dimatikan). Aku berusaha hidup apa yang ada di depan mata.
Selain ingin benar-benar "hidup", aku pun lelah dengan internet yang menjadi mata pencaharianku sehari-hari. Lelah. Aku pun hingga membuat kalimat ketika aku terkenang kehidupan masa lalu dan menghadapi apa yang kualami sekarang ini: "Dulu, terkoneksi dengan internet adalah barang mahal. Sekarang, terdiskoneksi dengan internet adalah barang mahal".
Intinya, aku sangat menikmati dan ingin menikmatinya. Jangan ganggu hari Sabtuku, satu-satunya hari dimana aku bisa benar-benar hidup. Hidup semau yang kuinginkan. Dan salah satunya, hidup tanpa internet.
Ah ya, terkait pekerjaan, aku pun ingin kerja di tempat yang bisa menghargai hari Sabtuku ini. Misalnya di pekerjaanku kali ini, aku bisa menggunakan hari Sabtuku untuk memulihkan diri. Dan tentu, karena ia telah memberikan Sabtu, aku berusaha setia dengannya. Karena aku bisa memeroleh kehidupan tanpa mengorbankan hari Sabtuku.
Jangan hubungi aku lewat media internet di hari Sabtu. Aku berusaha untuk selalu berkomitmen dengan ini. Aku hanya tersedia lewat telepon seluler biasa, dan dalam artian lain aku pun tersedia melalui SMS.
Dan sekarang Minggu. Welcome, Sunday Anxiety.

0 komentar:
Posting Komentar