Dingin di sini
Hujan baru saja usai bertemu bumi
Rintik-rintiknya membasahi tanah yang kering
Menumbuhkan kembali hijau yang menguning
Tanah ditumbuk jutaan titik air
Langit gelap angin menghempas
Guntur menggelegar getarkan jendela
Langit biru sekejap hitam mencekam
Tak lama hujan reda
Mentari menunjukkan senyumnya
Pelangi gemilang bersinar
Seolah menunjukkan indahnya perbedaan
Biarlah corak pelangi menghiasi ujung pandangmu
Senyum sang mentari melahirkan adanya
Saksikan warna-warninya yang indah itu
Masihkah ingat badai tadi?
Itulah yang kuyakini
Badai itu harus kuhadapi
Untuk menuju kebahagiaan
Selamanya, bersamamu
Badai itu bernama penempaan diri
Kupu-kupu itu ulat yang ditempa
Berbagai rintangan
Duka, sakit, perih…
Sepi, rindu…
Demikian pula dengan urusan hati
Tak hanya diri
Ia harus ditempa
Agar berbentuk indah
Bukan hanya manis dan senyum
Ia hambar tanpa pahit dan pedas
Ia tak bermakna tanpa torehan
Seperti lautan
Tanpa gejolak ia takkan indah
Tiada gemerlap karena gelombang
Ia hanya akan menjadi hamparan biru yang datar.
Kapan-kapan kita ke pantai yuk? :)

0 komentar:
Posting Komentar