Meski rindu itu tidak semenyakitkan dulu
Karena aku mulai belajar bagaimana merindu
Ia tetap mengoyak dada yang merindukan
Kehadiran sang kekasih senantiasa dirindukan
Yang nampak di tengah ufuk kerinduan
Gelegak ombak desiran dalam perindu itu
Senantiasa mengarungi samudra jiwa.

0 komentar:
Posting Komentar