Akiko Hisama ~The first light: part 2

Tiba saatnya Akiko untuk bersekolah. 

Akiko bersekolah di SD fujiyama, sekolah yang masih dalam prefektur yang sama dengan prefektur kelahirannya. Hari pertama dia masuk di sd-nya, memang tidak menyenangkan. Dia adalah seorang yang pendiam, dan pemalu. Karena sifatnya inilah, dia diolok-olok oleh teman sekolahnya.

"Hey cupu!" Canda seorang temannya kepada Akiko sambil memegang kepalanya.

Parahnya, Akiko adalah seorang anak yang perasaannya sensitif. Tak lama Akiko menangis karena tidak terima diperlakukan seperti itu.

Sang guru yang tengah mengajar sontak kaget. 

"Ada apa ini?" Sang guru bertanya.

"Huwaaaaaaaaaa, Kichi mengejekku dan memainkan kepalaku.."

"Ngga kok, Akiko berlebihan tuh! Aku kan cuma nyapa dia.."

"Kichi bohong! Dia.."

"Sebentar." Percakapan dan keributan terhenti seketika ketika sang guru memberhentikan perdebatan diantara kedua anak itu.

"Akiko, ayo minta maaf pada Kichi!" Sang guru meminta dengan halus.

"Tapi.. Kan dia yang salah Bu.."

Sang guru hanya tersenyum mendengar anak yang lugu itu. Dia masih begitu polos, belum mengerti apa-apa.

"Ayo, minta maaf aja ya" 

"Iya deh bu.."

Keduanya saling bermaafan. Biasa, anak kecil. Mudah memaafkan, lalu bermain lagi seperti sedia kala.

Tahun demi tahun terlewati, Akiko tumbuh menjadi seorang remaja. Sekarang dia bersekolah di SMP

~The story just started

Akiko Hisama ~The first light: part 1

Dimulai dari sebuah Flashback. 

“Istriku, semoga anak yang ada dalam kandungan ini kelak bisa menjadi anak yang kita harapkan ya.”

“Yang engkau harapkan apa?” tanya balik sang istri.

“semoga anak ini bisa mengharumkan nama keluarga, dan jepang kelak di mata dunia”

“aku juga berharap yang sama suamiku, semoga saja anak ini bisa membawa harapan kita”

Kemudian keduanya berdoa bersama, berharap agar harapan mereka tercapai.
9 bulan berlalu, kembali ke waktu yang sebenarnya.
Dan tangisannya mulai terdengar.

19 Januari 1996, lahirlah seorang anak yang bernama Akiko Hisama. Lahir di sebuah prefektur dengan teknologi yang canggih, Prefektur Yukushima. Ayahnya bernama Tanaka Hisama, sedangkan ibunya Akiko Senaite. Namanya memang gabungan dari nama kedua orangtuanya.
Dia memang tidak punya kelebihan yang khusus. Dia lahir seperti manusia biasa. Tak punya indra ke-enam, biasa saja. Dia lahir seperti orang biasa, anggota tubuhnya lengkap. 

Lahir polos, tak tahu apa-apa seperti kertas yang belum pernah digoreskan apapun..
Nothing special at this time. Hanya masa kecil layaknya kebanyakan orang...


~the first light: part 1 end
 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top