"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah menuju Tuhanmu dengan hati bahagia lagi diridhai-Nya. Maka bergabunglah dengan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu." (QS. Al-Fajr : 27-30)
Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagiNya. Dialah yang memiliki kasih sempurna, melebihi kasih ibu kepada anaknya. Dialah yang selalu merindukan hambanya untuk kembali ke haribaanNya.
Dia tidak menyiksa hambaNya. Dia hanya ingin hambaNya kembali ke haribaanNya dalam keadaan bersih, suci dari dosa.
Kita bagaikan anak-anak yang sedang bermain di taman ria. Bermain layaknya anak-anak dengan ceria. Berguling-guling di lumpur, bercanda ria, bermain dengan rekan sebaya. Kemudian ibu kita memanggil, "Nak, ayo pulang. Kau kotor sekali ya! Biarkan ibu membersihkanmu" dengan wajah penuh senyum.
Allah pun begitu. Allah membiarkan manusia bermain di taman dunia, hingga kelak dia dipanggil olehNya. Jika dia kembali dalam keadaan cukup bersih, maka kita akan dibersihkan sedikit dengan kelembutan. Jika lebih kotor dan tidak bisa dibersihkan dengan kelembutan, Allah akan membersihkannya dengan siksa kubur. Jika masih saja kotor, Allah akan memberikan siksa di neraka. Jika masih saja belum bersih, maka harapan kita adalah syafaat dari kekasih Rabbul 'Alamin, al-Musthafa Rasulullah saaw (oleh sebab itu, mulailah rajin untuk bershalawat dari sekarang. Allahumma shali 'ala Muhammad wa Ali Muhammad).
Betapa sayangnya Allah kepada hambaNya. Betapa cintanya Rasulullah saw. kepada ummatnya. Kini, periksalah diri kita, pantaskah kita menerima kasih sayang Allah dan Rasulnya?
Sebelum tidur ku terus wudhu
Label: suci, thaharah, tidur, wudhu
Lama tidak ngepost, belakangan karena aktivitas lumayan padat dan lumayan capek juga, jadi tidak sempat ngepost. Biasanya ketika pagi otak saya secerah mentari pagi, meskipun kala pagi itu nggak ada mataharinya alias mendung. Sekarang jadi ingat, saya punya cerita yang (entah) bagus (atau tidak), tapi ingin saya share.
Tidur dalam keadaan Thaharah (Suci, Berwudhu) memang enak, pengalaman pribadi mah. Saya kutip hadits: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan di riwayat lain yang saya temukan, disabdakan dari Rasulullah SAW: "Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci.'" (HR Ibnu Hibban), dan juga: “Setan mengikat tengkuk salah seorang diantara kamu ketika ia
tidur dengan 3 ikatan. Kemudian setan itu meniup tiap-tiap ikatan
dengan ucapan masih panjang waktu malam, kerana itu teruslah tidur.
Apabila ternyata ia bangun lalu dia mengingati Allah, niscaya
ikatannya itu akan terlepas. Jika ia berwudhu’ maka akan terlepas satu
lagi ikatan dan jika ia sholat, maka akan terlepas pulalah seluruh
ikatan sehingga ia bangun dengan badan yang bersih serta semangat yang
segar. Tetapi jika dia tidak bangun, maka perasaannya menjadi lemah lagi
malas.” (HR. Bukhari & Muslim)
Kalau saya boleh pandang dalam aspek psikologis, berwudhu sebelum tidur memberikan efek "rasa nyaman" pada jiwa, manakala raga tersebut sudah disucikan. Rasa nyaman tersebut akan membuat seseorang menjalankan tidurnya dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak memiliki atau memiliki tetapi dalam kualitas yang lebih rendah. Sehingga, ketika bangun pun akan berbeda rasanya, semakin bagus kualitas tidur seseorang, semakin segar ketika dia bangun. Ada beberapa dari kita yang ketika bangun boro-boro segar, yang ada rasanya masih mengantuk dan malah badan tidak nyaman. Dan itu pengaruh kualitas tidur kita.
Oh iya, selain itu perhatikan juga kualitas udara di kamar tidur, pastikan ventilasi kamar bagus sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik.
Pendapat saya (yang mungkin benar dan juga mungkin salah), selain itu, wudhu memberikan efek relaksasi sekaligus pembersihan pada tubuh. Air wudhu merupakan air yang sejuk (baik air dingin, air biasa, atau pun air hangat agak panas) bagi saya, karena cara wudhu tersebut. Air yang sejuk mampu merelaksasikan otot-otot yang lelah karena pijatan saat wudhu, sekaligus membersihkan kulit dari kotoran karena gosokan saat wudhu.
Berbeda saat tidur tidak Thaharah. Bangun itu luar biasa susahnya, lemas. Mau shalat subuh pun rasanya seperti dirantai ke kasur. Sudah lepas dari kasur rasanya tubuh lemas juga. Berwudhu, agak mendingan mata jadi bisa lebih melek. Kemudian shalat subuh, badan segar lagi, makanya kemudian saya ambil laptop kemudian menulis di sini. Yap, tadi malam saya tidak berwudhu, karena mengantuk dahsyat (anehnya mengantuk ini malah lebih parah daripada hari ketika saya sibuk, keluar kota pulang pergi sendiri dan malamnya pergi lagi pulang jam 11 malam. Tepatnya hari selasa).
Jadi, bagi saya memang jauh bedanya tidur dalam keadaan Thaharah dan tidak. Choice is yours. Saran saya jika memang ingin nyaman tidur, bersucilah dahulu, dan niatkan tidur sebagai ibadah yang menunjang ibadah pada hari selanjutnya.
Langganan:
Komentar (Atom)
