Purgatorio

"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah menuju Tuhanmu dengan hati bahagia lagi diridhai-Nya. Maka bergabunglah dengan hamba-hambaKu, dan masuklah ke dalam surgaKu." (QS. Al-Fajr : 27-30)

Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagiNya. Dialah yang memiliki kasih sempurna, melebihi kasih ibu kepada anaknya. Dialah yang selalu merindukan hambanya untuk kembali ke haribaanNya.

Dia tidak menyiksa hambaNya. Dia hanya ingin hambaNya kembali ke haribaanNya dalam keadaan bersih, suci dari dosa.

Kita bagaikan anak-anak yang sedang bermain di taman ria. Bermain layaknya anak-anak dengan ceria. Berguling-guling di lumpur, bercanda ria, bermain dengan rekan sebaya. Kemudian ibu kita memanggil, "Nak, ayo pulang. Kau kotor sekali ya! Biarkan ibu membersihkanmu" dengan wajah penuh senyum.

Allah pun begitu. Allah membiarkan manusia bermain di taman dunia, hingga kelak dia dipanggil olehNya. Jika dia kembali dalam keadaan cukup bersih, maka kita akan dibersihkan sedikit dengan kelembutan. Jika lebih kotor dan tidak bisa dibersihkan dengan kelembutan, Allah akan membersihkannya dengan siksa kubur. Jika masih saja kotor, Allah akan memberikan siksa di neraka. Jika masih saja belum bersih, maka harapan kita adalah syafaat dari kekasih Rabbul 'Alamin, al-Musthafa Rasulullah saaw (oleh sebab itu, mulailah rajin untuk bershalawat dari sekarang. Allahumma shali 'ala Muhammad wa Ali Muhammad).

Betapa sayangnya Allah kepada hambaNya. Betapa cintanya Rasulullah saw. kepada ummatnya. Kini, periksalah diri kita, pantaskah kita menerima kasih sayang Allah dan Rasulnya?

Sebelum tidur ku terus wudhu

Lama tidak ngepost, belakangan karena aktivitas lumayan padat dan lumayan capek juga, jadi tidak sempat ngepost. Biasanya ketika pagi otak saya secerah mentari pagi, meskipun kala pagi itu nggak ada mataharinya alias mendung. Sekarang jadi ingat, saya punya cerita yang (entah) bagus (atau tidak), tapi ingin saya share.

Tidur dalam keadaan Thaharah (Suci, Berwudhu) memang enak, pengalaman pribadi mah. Saya kutip hadits: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan di riwayat lain yang saya temukan, disabdakan dari Rasulullah SAW: "Barangsiapa tidur dimalam hari dalam keadaan suci (berwudhu’) maka Malaikat akan tetap mengikuti, lalu ketika ia bangun niscaya Malaikat itu akan berucap ‘Ya Allah ampunilah hamba-Mu si fulan, karena ia tidur di malam hari dalam keadaan selalu suci.'" (HR Ibnu Hibban), dan juga: “Setan mengikat tengkuk salah seorang diantara kamu ketika ia tidur dengan 3 ikatan. Kemudian setan itu meniup tiap-tiap ikatan dengan ucapan masih panjang waktu malam, kerana itu teruslah tidur. Apabila ternyata ia bangun lalu dia mengingati Allah, niscaya ikatannya itu akan terlepas. Jika ia berwudhu’ maka akan terlepas satu lagi ikatan dan jika ia sholat, maka akan terlepas pulalah seluruh ikatan sehingga ia bangun dengan badan yang bersih serta semangat yang segar. Tetapi jika dia tidak bangun, maka perasaannya menjadi lemah lagi malas.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kalau saya boleh pandang dalam aspek psikologis, berwudhu sebelum tidur memberikan efek "rasa nyaman" pada jiwa, manakala raga tersebut sudah disucikan. Rasa nyaman tersebut akan membuat seseorang menjalankan tidurnya dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan orang yang tidak memiliki atau memiliki tetapi dalam kualitas yang lebih rendah. Sehingga, ketika bangun pun akan berbeda rasanya, semakin bagus kualitas tidur seseorang, semakin segar ketika dia bangun. Ada beberapa dari kita yang ketika bangun boro-boro segar, yang ada rasanya masih mengantuk dan malah badan tidak nyaman. Dan itu pengaruh kualitas tidur kita.

Oh iya, selain itu perhatikan juga kualitas udara di kamar tidur, pastikan ventilasi kamar bagus sehingga metabolisme tubuh dapat berjalan dengan baik.

Pendapat saya (yang mungkin benar dan juga mungkin salah), selain itu, wudhu memberikan efek relaksasi sekaligus pembersihan pada tubuh. Air wudhu merupakan air yang sejuk (baik air dingin, air biasa, atau pun air hangat agak panas) bagi saya, karena cara wudhu tersebut. Air yang sejuk mampu merelaksasikan otot-otot yang lelah karena pijatan saat wudhu, sekaligus membersihkan kulit dari kotoran karena gosokan saat wudhu.

Berbeda saat tidur tidak Thaharah. Bangun itu luar biasa susahnya, lemas. Mau shalat subuh pun rasanya seperti dirantai ke kasur. Sudah lepas dari kasur rasanya tubuh lemas juga. Berwudhu, agak mendingan mata jadi bisa lebih melek. Kemudian shalat subuh, badan segar lagi, makanya kemudian saya ambil laptop kemudian menulis di sini. Yap, tadi malam saya tidak berwudhu, karena mengantuk dahsyat (anehnya mengantuk ini malah lebih parah daripada hari ketika saya sibuk, keluar kota pulang pergi sendiri dan malamnya pergi lagi pulang jam 11 malam. Tepatnya hari selasa).

Jadi, bagi saya memang jauh bedanya tidur dalam keadaan Thaharah dan tidak. Choice is yours. Saran saya jika memang ingin nyaman tidur, bersucilah dahulu, dan niatkan tidur sebagai ibadah yang menunjang ibadah pada hari selanjutnya.

Siapakah yang masuk surga?

Dulu, ketika saya masih kecil, saya sering diceritakan mengenai ‘Ibadilahis shalihin, orang-orang yang rajin beribadah. Dikatakan oleh orang yang bercerita itu, bahwa orang yang masuk surga itu orang yang rajin beribadah, seperti shalat, dzikir, shalat, dsb. Yang penting ahli ibadah.

Usia saya bertambah, kemudian mendengar lagi cerita tentang orang kafir yang dibakar di neraka. Mereka adalah orang yang tidak mau shalat, tetapi mereka bayar zakat, dan rajin berpuasa, tapi masih saja dibakar di neraka. Lalu diceritakan juga bahwa (maaf) non-muslim dibakar juga di neraka, karena mereka tidak beriman.

Dan menurut mereka, semua kafir, sebagaimana pun tingkatannya pasti akan dibakar di neraka dan wajib diperangi. Dan non-muslim termasuk kafir.

Di saat usia itu, saya berpikir. Lah, Tuhan itu jahat bener ya? Sedikit-sedikit bakar di neraka, lalu, karena mereka yang non-muslim dicap sebagai orang kafir wahid yang pantas dibakar di neraka, bahkan boleh dibunuh. Saya yang waktu itu masih remaja pertengahan ngeri memikirkannya. Bagaimana Tuhan yang namanya sering kita sebut sebagai ar-Rahman (Maha Pengasih) dan ar-Rahim (Maha Penyayang) dalam Bismillahi Rahmani Rahim bisa sekeji itu?

Saya bimbang, waktu itu saya terlintas untuk pindah agama saja. Tapi nanti saya pasti jadi bulan-bulanan keluarga.

Sampai saat itu, saat SMA, karena kebimbangan saya, saya berkelana, berusaha mencari kebenaran. Dan kemudian saya mengikuti sebuah ormas islam yang namanya persis akrab di telinga kita, tak akan saya sebutkan namanya. Di situ, bukannya ketenangan yang saya dapat. Tapi malah makin ngeri. Disebutkan bahwa ahlul bid’ah itu adalah penghuni neraka.

Dan kemudian keluarga saya yang mengadakan tahlilan disebut kafir, ahlul bid’ah, oleh mereka. Nggak boleh shalawatan di masjid, bid’ah. Cuma boleh baca al-Qur’an saja. Pakai sikat gigi, bid’ah, karena Rasulullah saja pake siwak. Apa-apa bid’ah. Gimana kaum muslimin mau maju, kalau sedikit-sedikit dibilang bid’ah, bahkan hal yang bukan berkaitan dengan amaliyah ibadah atau fiqh dibilang bid’ah?

Makin gilalah saya. Makin ragu akan ajaran islam. Pertama, ngeri. Yang keduanya, kontradiktif dengan al-Qur’an sendiri. FYI, ormas ini banyak peminatnya di Indonesia, tapi sepertinya hanya saya yang pening akan ajarannya. Pening saya, makin nggak kuat.

Ndilalah kersaning Allah, saya dipertemukan oleh sebuah buku yang pada akhirnya mengubah jalan hidup saya. Di dalam buku itu diceritakan mengenai keindahan akhlak Rasulullah saw. Rasulullah sungguh baik kepada ummatnya. Ketika beliau disakiti beliau tidak menuntut balasan. Ketika beliau memberikan kebaikan, tiada balasan yang diminta kepada ummat manusia selain kepada kecintaan yang dua. Tetapi Rasulullah keras terhadap munafiqin wa munafiqat, dan juga kepada mereka yang tidak mengerti bahasa manusia. Dalam buku itu, penulisnya mengutip dari Tafsir al-Furqan mengenai Q.S. al-Hadid: 25 bahwa setiap Rasul dibekali empat hal: al-Bayyinah (Bukti yang nyata, jelas), al-Kitab (Kitab suci), al-Mizan (keadilan, neraca) dan al-Hadid (besi, kekerasan). Al-Hadid selalu menjadi opsi terakhir, bukan opsi pertama. Al-Hadid adalah opsi yang dipilih ketika orang tersebut tidak mengenal bahasa manusia, yaitu al-Bayyinah, al-Kitab, dan al-Mizan.

Saya tidak akan membahasnya terlalu detail, silakan saja baca bukunya.

Mulai dari situlah, saya tertarik untuk membaca karya-karya penulis tersebut. Selidik punya selidik, beliau adalah pendiri SMA yang selama ini saya idam-idamkan untuk masuk ke sana. Klop sekali! Pada akhirnya saya pindah dari SMA lama saya ke SMA ini. Dan hidup saya berubah drastis.

Diri saya dipertemukan dengan “penghancur kebingungan”. Kebingungan tersebut menghilang setelah mendengar penjelasan dari ustadz-ustadz yang berada di sana. Mereka toleran, tidak mudah menuduh kafir, dan tidak sesat seperti yang disampaikan oleh orang-orang yang menuduh kafir di paragraf awal. Malah ustadz-ustadz ini lebih logis daripada si penuduh kafir.

Alhamdulillah logika saya masih berfungsi dengan baik.

Dari merekalah, saya mendapat penjelasan-penjelasan yang logis mengenai Islam, dan mendetail. Tetapi saya masih belum mendapat jawaban mengenai beberapa pertanyaan saya, seperti: “siapa yang masuk surga” dan “bagaimanakah nasib non-muslim, apakah dia masuk neraka”.

Ketika saya lulus SMA, saya malah jadi terikat untuk menuntut ilmu, baik mengenai agama, psikologi, neurosains, dsb, maupun bidang akademik yang kini saya tekuni di universitas, yaitu ilmu komunikasi. Dan, berbicara mengenai dua pertanyaan yang belum terjawab itu, saya menemukan jawabannya ketika sudah lulus SMA.

Tepatnya ketika di pengajian penulis sekaligus pendiri sekolah tersebut, saya menemukan jawabannya. Ternyata bersangkutan dengan Keadilan Ilahi. Keadilan adalah asas kedua dalam madzhab Ahlulbait (keluarga Nabi) setelah Tauhid. Allah tidak akan pernah mendzalimi hambaNya, paling hamba itu sendiri yang menzalimi dirinya dengan berbuat buruk (tentu saja berakhlak tidak baik) sehingga dirinya diazab di neraka, agar kembali bersih dari dosa. 
<untuk dalil-dalil, insyaallah akan saya cari, karena saya sendiri lupa dalilnya>

Dari sana, saya mendapat penjelasan bahwa setiap orang pada akhirnya akan masuk surga, meskipun dia masuk neraka terlebih dahulu. Tetapi segalanya selalu ada pengecualian. Ada orang yang kekal di neraka, dan mereka adalah yang termaktub di al-Qur’an. Dan ada yang langsung masuk surga, yaitu mereka orang-orang yang telah disucikan, yaitu Rasulullah beserta ahli baitnya.

Kemudian, ada pertanyaan, manakah yang lebih baik: “Siapa yang masuk surga duluan, yang ibadahnya sedikit tetapi amal shalehnya banyak” atau “yang ibadahnya banyak tetapi amal baiknya sedikit”? Yang lebih baik adalah yang ibadahnya sedikit tetapi amal baiknya banyak. Orang yang banyak amal baiknya akan sedikit amal buruknya, dan demikian sebaliknya. Dan amal baik itu akan meningkatkan kualitas ibadah. Allah lebih melihat kualitas ibadah seseorang dibandingkan kuantitas ibadahnya.

Banyak contoh di luar orang yang super rajin shalatnya, sampai dahinya hitam, tetapi tetap saja akhlaknya tidak baik, mudah mengkafirkan orang dengan menuduhnya pelaku bid’ah tanpa argumentasi yang baik, dan memberi julukan ke orang sebagai “si sesat” atau “musyrik” seenaknya, atau korupsi dengan mengatasnamakan islam, dan sebagainya. Hal itu bukannya memperkuat keyakinan akan kebenaran Islam, yang ada malah membuat stereotip bahwa islam itu agama radikal. Dan pada akhirnya merusak Islam itu sendiri. Yang merusak Islam meskipun hanya citranya akan Allah masukkan ke dalam neraka.

Lalu, mengenai non-muslim, beliau menjelaskan bahwa kafir itu dibagi menjadi beberapa jenis. Yaitu kafir Dzimmi, Mu’ahhad, Musta’man, dan Harbi. Kafir Harbi adalah kafir yang memerangi Islam, dan memang harus diperangi juga. Jika tidak maka Islam akan hancur. Perang terhadap Harbi ini cenderung pada niatan defensif. Sedangkan non-muslim yang tidak tahu tentang apa-apa mengenai islam dan hidayah belum sampai kepadanya disebut sebagai kafir Dzimmi, dan termasuk kafir yang tidak boleh diperangi. Kafir tidak hanya satu jenis.

Dari kesimpulan ini, karena ketidaktahuan non-muslim akan islam sehingga belum sampai kepadanya hidayah tidak akan menyebabkan mereka masuk neraka. Kecuali jika mereka telah mengetahui islam dan kebenarannya, tetapi mereka menapiknya, atau bahkan lebih memilih untuk memeranginya, pembaca akan tahu konsekuensinya apa.

Ah! Aku mendapat jawaban, pada akhirnya keadilan Allah Yang Maha Adil ini terlihat di sini, dan ini adalah ilmu Nabi dan Keluarganya…

Ya Allah, terima kasih telah memberikan petunjuk hidup…



Buku yang disebutkan di atas berjudul “The Road to Muhammad”, karya Jalaluddin Rakhmat. Diterbitkan oleh Mizan.

Satu

Ketika saat terakhir manusia sebelum ia terlahir ke alam dunia, manusia berdialog dengan Tuhannya. Membicarakan perjanjian antara dia dan Dia. Manusia disodorkan perjanjian, agar di dalam hidupnya ia melakukan perbuatan baik, tidak melakukan perbuatan buruk.

Dan, tidak melupakan Dia.

Dia tidak ingin dia mempersekutukan cintaNya. Seperti seorang kekasih terhadap pasangannya, “jangan khianati cinta kita”. Cinta haruslah saling mengingat. Sebagai sarana mengingatNya, dia telah menurunkan kepada manusia: ibadah, wakilNya, dan kitabNya.

“Maukah kau menandatangani kesepakatan diantara Kita, hai manusia?”

Manusia mengangguk dan menandatangani kesepakatan ini. Segera setelah itu, manusia bergerak menuju pintu gerbang menuju dunia. Manusia menilik ke belakang. “Hai manusia, jangan kelak kau lupakan Aku. Aku akan selalu memberikan cintaKu dengan keMaha PemurahanKu. Ingatlah cintaKu padamu hingga kelak kau kembali ke haribaanKu, Aku akan merindukanmu. Jadilah manusia yang baik dan mencintai sesamamu. Bahagiakanlah sesamamu. Janganlah kau lupakan Aku.”

“Hai, manusia. Aku berikan kau satu. Kau bisa membagi satu itu menjadi yang kau mau. Bijaklah membagikannya, hai manusia. Bahagiakan sesamamu, janganlah kau melupakan Aku.”

Manusia kembali mengangguk, dan dia menuju pintu, memasuki alam dunia…

….

Terlahirlah seorang bayi laki-laki ke dunia. 13-04-1980. Rahmat Akbar. Terlahir dengan fisik sempurna tanpa cacat. Orang tua bahagia akan kelahiran. Ia membawa cahaya harapan bagi keluarganya, agar kelak ia menjadi seorang pemuka agama yang menerangi dunia ini.

Satu, dua, tiga tahun… Empat, lima, enam tahun kemudian, dia berkembang menjadi seorang anak yang baik, cerdas, dan taat beribadah. Dia memasuki usia sekolah. Dia menuntut ilmu di sebuah Sekolah Dasar di dekat rumahnya. Dia menjadi anak yang berprestasi di sekolahnya. Semua guru kagum oleh kemampuan, kebaikan, dan keshalehannya. Dia selalu menjadi juara pertama di kelas.

Kini dia berumur 12 tahun.

Luluslah ia dari SD, melanjutkan jenjang pendidikannya ke salah satu SMP terbaik di kota tersebut. Dia mulai mengenal pergaulan, baik di dalam SMP tersebut, baik di luar. Dikenal akan kemudahannya bersosialisasi sehingga wajar Ahma, begitulah ia disapa akrab, meliliki banyak teman karena kesupelannya. Tetapi sayang, dia belum mampu membedakan mana teman yang membawanya pada kebaikan. Kelas 1 SMP, dia berprestasi. Kelas 2, prestasinya mulai menurun. Dia banyak tidak hadir tanpa alasan. Kelas 3, nilainya semakin anjlok, semakin banyak tidak hadir tanpa alasan dalam daftar hadir.

Ibunya menangis di dalam shalatnya. “Ya Allah, ada apa dengan anakku ini? Pada mulanya, ia adalah seorang yang baik, menghormati orang tuanya, berprestasi… Tapi kini, anakku mengabaikan kami, prestasinya memburuk, dia berkelakuan tidak baik… Ya Allah, berilah kami kesabaran dan petunjuk untuk menghadapinya… Wahai yang Maha Membalikkan Hati Manusia, buatlah anak kami menjadi sedia kala, seperti dahulu lagi…”

Ahma terpengaruh oleh rekan-rekannya yang iri akan prestasinya. Mereka menjerumuskan Ahma ke dalam jurang, dan mempersulitnya untuk kembali ke permukaan dengan licinnya kenikmatan berada dalam jurang tersebut. Dan berlanjut hingga dia menimba ilmu di sebuah SMA swasta.

Anak itu semakin dalam terjerumus. Di SMA, dia mulai berkenalan dengan rokok, dan semakin lama semakin akrab dengan menghisap rokok. Di kelas 3 SMA, Akma telah berani membolos demi merokok, hingga pada akhirnya tindakan Akma itu dipergoki oleh seorang guru dan terancam dikeluarkan oleh sekolah. Dan ibunya semakin sedih melihat kondisi anaknya tersebut, apalagi sebentar lagi dia menghadapi Ujian Nasional

Satu bulan menjelang Ujian Nasional, Akma mengalami kecelakaan lalu lintas. Dia mengalami koma selama empat hari. Tak sadarkan diri. Ibu dan ayahnya hanya bisa pasrah, berdo’a kepada Allah agar disegerakan kesembuhan Akma. Pada hari ke lima, tidak ada detak jantung, Akma divonis oleh dokter bahwa dia meninggal dunia. Kesedihan meluap di dalam hati kedua orang tuanya. Tidak percaya anak semata wayangnya telah tiada.

---

Akma mengalami mati suri. Di dalam mati surinya, dia bertemu dengan Tuhannya…

“Hai manusia, kenapa kau mengkhianati perjanjian Kita pada waktu kau akan pergi ke alam dunia? Padahal kau sudah berjanji tidak akan melupakanKu. Kau sudah berjanji padaKu untuk berbuat baik dan membahagiakan sesamamu. Kau sudah berjanji padaKu untuk meninggalkan segala keburukan?”

Akma hanya terdiam, membisu…

“Kau terpengaruh oleh setan dan iblis. Kau mengabaikan kitabKu, wakilKu, dan ibadah. Kau mengabaikanKu. Kau lebih memilih untuk memenuhi hawa nafsumu, ketimbang mengingatKu melalui kitabKu, wakilKu, dan ibadah. Kau telah menyalahgunakan satu yang kuberikan dengan membaginya kepada hal-hal yang buruk, hal-hal yang tidak Kusukai.”

Mata dia mulai berkaca-kaca, menyesali segala perbuatannya selama di dunia.

“Hai manusia, bukankah Aku telah berfirman dalam kitabKu; ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari kasih sayang Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’. Tahukah kau bahwa Aku begitu mencintaimu?”

“Akan aku berikan kesempatan kedua. Kini, ingatlah perjanjian di antara kita, jangan kau lupakan. Kau sepakat?”

Akma menganggukkan kepalanya

“Sekarang, pergilah kembali ke dunia. Mohonkanlah maaf kepada kedua orang tuamu. Bertaubatlah, tinggalkan segala keburukan. Jangan lupakan perjanjian kita. Baca dan pahamilah kitabKu, cintailah apa yang Aku cintai. Kumpulkanlah pecahan satu tersebut, kemudian kau bagi kepada hal-hal yang baik.”

Ia mengagguk lagi dan berbalik menuju pintu ke alam dunia.

----

Setelah divonis meninggal selama 5 jam, ditutupi oleh selimut, dari jasad tersebut keluar suara “bunda, ayah…” berulang-ulang. Sontak yang berada di sana kaget, dan menghampiri jasad tersebut. Dan ternyata Akma hidup kembali. Vonis dokter yang menyatakan akma telah meninggal ternyata salah. Dia hanya mati suri.

“Bunda, ayah, kemarilah…” suara parau Akma

“Ayah, bunda, aku minta maaf. Selama ini aku telah mengecewakan kalian. Aku sering membolos sekolah demi hal yang tidak-tidak. Nilaiku buruk, aku kehilangan prestasi, aku mengecewakan kalian. Aku sekarang sadar, semua yang kulakukan tidaklah baik. Maaf, maafkan aku…”

“Nak, bunda dan ayah melihat kau hidup kembali sudah sangat bersyukur. Jangan kau mengulangi yang seperti dahulu lagi ya? Bunda dan ayah sangat sayang padamu…”

“Iya bunda, iya ayah…”

----

Akma, dalam waktu singkatnya selama sebulan mampu mengejar ketertinggalannya selama tiga tahun di SMA. Dia memperoleh hasil yang memuaskan pada Ujian Nasional, dan diterima di salah satu PTN terbaik di Indonesia.

<1>

Tips kecil belajar optimal

Daripada materi ini nganggur, tidak jadi disampaikan kepada anak-anak, lebih baik saya share ke blog... hehehe... Ini adalah salah satu materi basic tentang otak yang akan saya sampaikan ke anak-anak yang menjadi mentee saya, karena halangan teknis, materi ini tidak tersampaikan.

Sudah basa-basinya, ayo kita ke materi!

1. Banyak minum

Otak terdiri atas 90 % air, jika dia kekurangan 1 persen saja, dia akan mulai kehilangan fungsi kognitifnya sekaligus mood. Hilang 2 persen, suhu tubuh meningkat dan stamina turun. Hilang 4 persen, fisik melemah, dan jika hilang 7 persen, orang tersebut akan pingsan bahkan meninggal.

Seharusnya guru tidak melarang muridnya untuk minum di kelas, salah satu turunnya fokus belajar bisa disebabkan oleh dehidrasi. Jangan minum minuman seperti susu atau soft drink, nantinya minuman tersebut malah bisa mengganggu. Tidak ada salahnya untuk membawa minuman isotonik ketika berpergian, untuk menggantikan cairan tubuh yang cukup. Air putih saja tidak akan cukup, karena cairan tubuh terdiri atas elektrolit-elektrolit, seperti Natrium, Sodium, Kalium, dsb. Tetapi air tetap sangat penting, karena air juga menjadi pelarut bagi elektrolit-elektrolit tersebut dan sebagai cairan bagi darah.

2. Kunyah permen jika mungkin

Hal ini yang biasanya dilarang oleh guru di kelas, tetapi sebenarnya mengunyah permen baik bagi konsentrasi. Yang biasanya menyebabkan masalah adalah permen karet, karena sering kali sesudah mengunyahnya, siswa bingung mau dibuang di mana limbah dari permen karet itu. Pilihlah permen yang bukan permen karet dan bukan permen yang keras, tapi yang bisa dikunyah, jika mungkin.


Mengunyah dapat meningkatkan keaktifan bagian otak yang bernama Hippocampus. Hippocampus merupakan bagian otak yang berperan penting dalam proses konsolidasi informasi dari memori jangka pendek menuju memori jangka panjang. Studi di sebuah universitas menunjukkan bahwa dengan mengunyah permen karet dapat meningkatkan ingatan terhadap kata-kata hingga 34%.

3. Cukup tidur

Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan pada otak. Mesin tidak akan bekerja optimal jika terdapat bagian yang kelelahan, malah jika dipaksakan akan rusak bagian tersebut. Sama seperti mesin, otak pun perlu istirahat. Jika lelah, istirahatlah, jangan dipaksakan.

Tips belajar malam: Penelitian menunjukkan bahwa orang yang belajar dengan optimal sebelum tidur (dengan jeda yang tepat) dapat mengikat pelajaran lebih banyak dibandingkan mereka yang begadang untuk belajar semalaman. Ini dikarenakan terjadinya Rapid Eye Movement (REM), dimana pada saat terjadinya proses ini otak menyimpan informasi yang diterimanya ketika sebelum tidur ke memori jangka panjang.


4. Jaga emosi dan mood

Ketika emosi dan mood kita sedang buruk, itu akan memperburuk juga fungsi memori kita. Pasti, ketika kita belajar dalam keadaan sedih atau marah kita tidak akan mempelajari pelajaran yang baik. Emosi berhubungan langsung dengan sistem limbik yang disebut basal ganglia, dimana di sistem limbik ini memiliki lebih banyak koneksi saraf satu arah ke korteks otak yang menangani masalah intelektual, yaitu korteks selebral, dibandingkan sebaliknya. Sehingga faktor emosional lebih berpengaruh terhadap perilaku kita dibandingkan logika, demikian dengan mengingat.

Selain itu, sistem limbik juga berlaku sebagai saklar yang mengalihkan informasi untuk diproses, apakah ke korteks berpikir atau ke otak primitif. Emosi negatif akan membuat saklar ini mengarahkan informasi dari indra ke bagian otak primitif dan menimbulkan “reaksi isi perut kosong”. Sedangkan emosi positif akan mengarahkan informasi tersebut langsung ke korteks intelektual.

Berbicara tentang memori, ada satu regulator memori yang berkaitan dengan emosi yang disebut sebagai amigdala. Amigdala meregulasi suatu memori berdasarkan dari sifat emosionalnya. Karena panjangna pembahasan tentang amigdala, hal ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya, Insyaallah.


5. Makan makanan bergizi

Omega 3 merupakan sahabat otak. Omega 3 terdapat banyak dalam ikan, sehingga mengonsumsi ikan secara rutin dapat meningkatkan kemampuan kognitif otak. Selain itu juga makan atau minum yang mengandung antioksidan akan menjaga otak dari radikal bebas dan memeliharanya dari kerusakan.

Hindari memakan makanan yang kaya omega 6, seperti makanan yang digoreng. Minyak goreng mengandung omega 6 yang cukup banyak, sehingga mampu membuat neuron di otak “kebakaran”


6. Perbanyak olahraga

Otak adalah organ yang paling “maruk” akan oksigen. Dia membutuhkan minimal 20% oksigen dari seluruh tubuh. Olahraga yang baik dan rutin akan meningkatkan kemampuan darah, jantung, dan paru-paru untuk memberikan suplai oksigen ke otak. Saking membutuhkan oksigen, sel-sel otak akan mulai mati jika dalam waktu 4 menit tidak ada suplai oksigen.



Olahraga akan meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah otak. Sebagaimana otot, jika dia dilatih maka akan semakin kuat otot tersebut, dan olahraga meningkatkan kekuatan otot-otot jantung, karena otot jantung dipaksa untuk bekerja lebih ketika kita berolahraga.

Selain itu paru-paru. Kapasitas paru-paru akan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan oksigen organ-organ dalam tubuh. Semakin besar kapasitas paru-paru dan semakin kuat ia, maka akan semakin baik suplai oksigen ke otak.

7. Latih otakmu!

Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan untuk melatih otakmu. Melatih otak bisa secara fisik, yaitu dengan olahraga dan gerakan yang memberikan stimulus bagi otak. Dulu saya pernah mencoba gerakan ini untuk menstimulus otak saya: Dua tangan dipakai untuk menggambar dua objek berbeda dalam waktu yang bersamaan. Dan lumayan, otak saya terstimulasi sehingga ketika belajar menjadi lebih efisien. Sebenarnya masih banyak lagi gerakan-gerakan yang bisa menstimulus kedua sisi otak, silakan mencarinya sendiri di internet.

Selain stimulus secara fisik melalui gerakan, bisa juga memberikan stimulus kepada otak melalui latihan-latihan mental. Ambil contoh, mengerjakan TTS, atau mengerjakan soal logika atau matematika. Ketika kita berpikir dengan baik (tidak diiringi oleh stres), maka hasil dari berpikir dan memahami tersebut adalah tumbuhnya neuron-neuron baru dalam otak yang menampung informasi baru serta meningkatnya koneksi antar neuron tersebut, yang secara otomatis akan meningkatkan kemampuan otak kita. <Stres malah akan merusak neuron-neuron kita>

Sekian tulisan saya, jika ingin menyalin, harap dicantumkan alamat blog ini, sebagai wujud saling menghargai. Nanti jika ada waktu lebih, saya akan menuliskan selebihnya, karena ini hanya singkatnya saja. Terima kasih sudah membaca, wassalam :)

Sekolah Gratis

Setiap manusia pasti punya keinginan. Aku ingin menjadi ini. Dia ingin melakukan itu. Mereka ingin mencintai dia. Semuanya punya motif. Baik itu motif cinta, motif kepemilikan, motif kekuasaan, dan beragam motif lainnya. Terutama motif kebahagiaan.

Setiap orang punya caranya sendiri untuk menuju kebahagiaan. Beragam caranya. Tetapi yang saya rasa, cara paling efektif untuk meraih kebahagiaan adalah: "Memasukkan kebahagiaan ke hati orang lain". Bahasa gampangnya, bahagiakanlah orang lain. Studi psikologi sendiri telah menunjukkan bahwa kebahagiaan itu menular. Ketika kita membahagiakan orang, secara otomatis kita membahagiakan diri sendiri. Percaya atau tidak, silakan buktikan di hari Idul adha atau hari raya paskah. Tetapi tentu saja harus dengan hati yang tulus.

Aku punya cita-cita untuk memasukkan kebahagiaan kepada hati banyak orang. Aku ingin mendirikan sebuah sekolah gratis yang memiliki kualitas layaknya sekolah negeri terbaik, atau bahkan lebih. Fuqara dan masakin bisa dengan bahagia menimba ilmu di sana, berprestasi, dan kelak mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasinya, dan juga wajib berakhlak luhur.

Aku ingin melihat mereka menimba ilmu dengan penuh suka cita, bahagia, dan ilmu tersebut mampu mereka terapkan, sehingga tidak hanya menjadi teori yang mengendap dalam memori dan kemudian menghilang. Di sekolah-sekolah di Indonesia saat ini (selain SMK) anak-anak ditimpuki teori-teori bejibun yang hanya menjadi hapalan, no action. Sedangkan suatu ilmu baru akan bermanfaat jika diterapkan.

Multiple Intelligences, setiap anak memiliki kecerdasan yang menonjol di bidang-bidang tertentu. Ada yang lebih jago menyanyi, ada yang lebih jago menggambar, ada yang lebih jago hitungan, ada yang lebih jago ngegitar, dan yang jago-jago lainnya. Kecerdasan mereka harus dihargai dan dikembangkan, sehingga kelak anak tersebut memiliki suatu kelebihan yang menjadikannya sebagai profesional pada suatu bidang, atau beberapa bidang.

Dan, aku tidak ingin melihat anak-anak bangsa yang penuh potensi terbuang begitu saja, menjadi penjual coet atau menjadi orang yang hanya meminta belas kasihan orang. Aku ingin mereka kelak menjadi seorang pencipta yang bermanfaat bagi kemanusiaan, menjadi orang yang dicintai oleh kebaikan dan orang yang baik.

Ingin sekali memberikan nama sekolah itu dengan nama-nama tokoh intelektual kaum muslimin. Yang terpikirkan adalah nama "Baqirul Ilmi", diambil dari nama cucu Nabi yang Mulia Rasulullah Muhammad saaw (Semoga Allah melimpahkahkan shalawat bagi nabi Muhammad dan keluarganya) yang terkenal akan keluasan ilmunya. Nama akan menjadi sebuah filosofi bagi sebuah tubuh. Ingin sekali rasanya nama sekolah ini yang akan berdiri kelak memiliki filosofi nama yang luhur

Ya Allah, kabulkanlah do'a ini. Sepuluh atau lima belas tahun kemudian sekolah ini akan berdiri dan mencerahkan kaum-kaum mustadh'afin yang kelak akan menjadi pelita penerang jalan menuju ridha dan kasih sayangMu, aamiin...

Bulan Maulid, bulan berbagi kasih sayang (1)

Orang-orang pasti mengenal apa itu bulan maulid, biasanya di perdesaan sering dilantunkan shalawat-shalawat kepada kanjeng Nabi, seperti shalawat Nariyah, shalawat Badar, dan banyak jenis shalawatan lainnya. Ditambah juga dengan semarak dan semangat tumpengan, masyarakat berduyun-duyun memasak nasi tumpeng beserta lauk pauknya. Tetapi sayang, banyak diantara kita yang kini mengecapnya sebagai shirk karena terjadi misinterpretasi terhadap hal-hal tersebut. Filosofinya yang saya tangkap adalah mereka meminta berkah kepada Allah dan rahmatNya melalui kekasihnya, Rasulullah saw. dan sekaligus pengungkapan rasa cinta kepada Rasulullah dengan suka cita pada bulan kelahirannya. Jadi bukan menyembah kepada selain Allah. Dengan peringatan maulid Nabi saw. niscaya Rasulullah akan hidup di tengah-tengah kaum Muslimin, tidak sekedar ada.

Saya ingin sedikit bercerita tentang maulid Nabi. Dahulu di komplek saya, maulid Nabi saw. begitu meriah, ada tumpeng, ada lomba-lomba, bagi-bagi sembako, dan lain sebagainya. Anak-anak kecil memancarkan senyum yang lebar hingga gigi-giginya kelihatan. Yang remaja saling menyemangati rekannya yang memakan kerupuk, sekelompok qari yang sama-sama superior melatunkan al-Qur'an dengan sangat merdu, masyarakat mengambil berkah dari tumpeng. Terlalu banyak jika diceritakan di sini.

Kini semua itu sudah tidak ada lagi. Yang ada hanyalah ceramah malam hari yang diadakan DKM masjid (dan ini juga tidak semua masjid mengadakan). Kemanakah keceriaan di bulan kelahiran Sang Musthafa? Jangan semakin memudar dan akhirnya hilang...

#bersambung

Kanggo kanjeng Nabi saw.

Umat manusia kini bergembira

Karena Rasul terakhir tlah tiba

Cuaca baru amatlah sedapnya

Manusia abdi Yang Maha Esa

Menurut sebagian kaum muslimin, hari ini merupakan Maulid (Hari Lahirnya) al-Musthafa, Hijrahnya, sekaligus Wafatnya, terjadi pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal. Semua madzhab sepakat bahwa hijrah Rasulullah saw. terjadi pada tanggal 12 Rabi'ul Awwal, tetapi ada madzhab yang menyatakan Maulid dan Wafatnya pada tanggal lainnya, yang bahasan tersebut bukan merupakan bagian dari hadiah kecil ini. Aku hanya ingin mengenang ia, sang kekasih Allah...

Siapa kaum muslimin yang tidak mengenal nama Muhammad saw? Pasti semuanya mengenal, karena setiap kali adzan dikumandangkan, namanya yang indah itu selalu diperdengarkan. Setiap kali shalat, kita akan menyebut namanya. Setiap kali kita masuk suatu kelas, selalu saja ada yang namanya Muhammad dengan berbagai macam penulisan (ini sih pengalaman saya, hehehe).

Meskipun aku tidak bertemu langsung dengannya, aku mengenalnya hanya sebatas dari literatur yang kubaca. Aku seolah melihat Rasulullah saw melalui imajinasi yang tercipta ketika aku membaca kemuliaan akhlak Rasulullah saw. Kemuliaan akhlaknya yang sempurna lagi luhur, kesederhanaan hidup ketika hartanya digunakan untuk hajat hidup kaum Mustadh'afin (Fuqara dan Masakin), lisan dan perilakunya yang terjaga dari segala keburukan, menjadikan Rasulullah saw sebagai manusia yang sempurna sebagai Uswatun Hasanah, contoh yang mulia.

Kami hadapkan Muhammad
Rembulan mentari suci...

Dialah cahaya yang menerangi kehidupan, bagai rembulan yang menerangi malam. Dia menerangi manusia dengan cahaya Ilahiyah, cahaya petunjuk yang mengeluarkan manusia dari kegelapan. Dialah manusia dengan fisik biasa, dan jiwa yang luar biasa. Dia yang hatinya lembut, sangat penyayang, penuh cinta dan kasih sayang. Dia yang membebaskan yang terbelenggu, dia yang memerdekakan manusia."Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul yang berasal dari jenis (bangsa) mu sendiri, berat baginya (tidak senang) kamu menderita kesusahan, lagi sangat menginginkan kebaikan bagimu, sangat dan tetap pengasih kepada para mukmin." (Q.S. at-Taubah: 128)

Sekiranya dunia ada tanpa ia, niscaya manusia akan ditutupi oleh kejahilannya, oleh kebodohan, kegelapan dunia. Yang tertindas akan semakin tertindas, yang miskin semakin miskin, yang kaya akan semakin menindas, hak manusia dirampas. Tidak akan pernah ada kebahagiaan di dunia ini.
Ya Rasulullah, izinkan aku menyampaikan rasa terima kasihku, terima kasih telah dengan penuh kasih menuntun kami dalam kehidupan di dunia yang gelap lagi hina… Izinkan aku membuka sebuah buku berisi doa-doa yang indah dan kubacakan sebagian kalimat terindahnya, bagimu ya Habiballah…

"Semoga salam, rahmat Allah dan berkahNya selalu tercurahkan atasmu wahai Rasulullah, salam atasmu wahai Muhammad bin Abdillah, salam atasmu wahai pilihan Allah. Salam atasmu wahai kekasih Allah, salam atasmu wahai pilihan Allah yang terbaik, salam atasmu wahai kepercayaan Allah, aku bersaksi bahwa engkau adala Muhammad putra Abdullah, dan aku bersaksi bahwa engkau telah memberikan nasihat kepada umatmu, berjihad di jalan Tuhamu, dan menyembahNya hingga ajal menjemputmu. Semoga Allah membalasmu wahai Rasulullah, dengan balasan paling utama yang telah diberikan kepada seorang nabi dari umatnya. Ya Allah, limpahkanlah shalawatMu atas Muhammad dan keluarganya, shalawat terbaik dari yang pernah Engkau curahkan atas Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji nan Agung…"

Saudara-saudariku, tiada tujuan dari tulisan ini melainkan untuk menumbuhkan kecintaan kembali kepada sang kasih bagi alam semesta, kekasih Allah, al-Musthafa Muhammad saw. tak peduli apapun madzhab yang dianutnya. Kecintaan kepada Rasulullah, niscaya akan mampu mempersatukan kaum muslimin, dan memperkokoh ukhuwah sesama kaum muslimin. Aku yakin seyakin-yakinnya. 

Ich liebe Muhammad und die Ahle Bayt!

Fantasia

Aku punya khayal:

Aku terbang! Menembus atap!
Atap yang membuatku sesak
Atap yang membuatku gulita
Atap yang membuatku tak bahagia
Atap UNIKOM!

Kulihat langit begitu cerahnya
Kulihat pelangi berkilauan penuh warna
Kuhirup udara segar yang selama ini belum pernah kurasakan

Kubuka lagi pikiranku
Yang telah macet terkunci
Yang telah mati
Oleh lingkungan yang menyesakkan itu

Aku lihat pelita di sana!
Pelita di relung-relung
Kuharap
Kemampuan berfantasiku kembali
Seperti dahulu kala
 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top