Sekolah Gratis

Setiap manusia pasti punya keinginan. Aku ingin menjadi ini. Dia ingin melakukan itu. Mereka ingin mencintai dia. Semuanya punya motif. Baik itu motif cinta, motif kepemilikan, motif kekuasaan, dan beragam motif lainnya. Terutama motif kebahagiaan.

Setiap orang punya caranya sendiri untuk menuju kebahagiaan. Beragam caranya. Tetapi yang saya rasa, cara paling efektif untuk meraih kebahagiaan adalah: "Memasukkan kebahagiaan ke hati orang lain". Bahasa gampangnya, bahagiakanlah orang lain. Studi psikologi sendiri telah menunjukkan bahwa kebahagiaan itu menular. Ketika kita membahagiakan orang, secara otomatis kita membahagiakan diri sendiri. Percaya atau tidak, silakan buktikan di hari Idul adha atau hari raya paskah. Tetapi tentu saja harus dengan hati yang tulus.

Aku punya cita-cita untuk memasukkan kebahagiaan kepada hati banyak orang. Aku ingin mendirikan sebuah sekolah gratis yang memiliki kualitas layaknya sekolah negeri terbaik, atau bahkan lebih. Fuqara dan masakin bisa dengan bahagia menimba ilmu di sana, berprestasi, dan kelak mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasinya, dan juga wajib berakhlak luhur.

Aku ingin melihat mereka menimba ilmu dengan penuh suka cita, bahagia, dan ilmu tersebut mampu mereka terapkan, sehingga tidak hanya menjadi teori yang mengendap dalam memori dan kemudian menghilang. Di sekolah-sekolah di Indonesia saat ini (selain SMK) anak-anak ditimpuki teori-teori bejibun yang hanya menjadi hapalan, no action. Sedangkan suatu ilmu baru akan bermanfaat jika diterapkan.

Multiple Intelligences, setiap anak memiliki kecerdasan yang menonjol di bidang-bidang tertentu. Ada yang lebih jago menyanyi, ada yang lebih jago menggambar, ada yang lebih jago hitungan, ada yang lebih jago ngegitar, dan yang jago-jago lainnya. Kecerdasan mereka harus dihargai dan dikembangkan, sehingga kelak anak tersebut memiliki suatu kelebihan yang menjadikannya sebagai profesional pada suatu bidang, atau beberapa bidang.

Dan, aku tidak ingin melihat anak-anak bangsa yang penuh potensi terbuang begitu saja, menjadi penjual coet atau menjadi orang yang hanya meminta belas kasihan orang. Aku ingin mereka kelak menjadi seorang pencipta yang bermanfaat bagi kemanusiaan, menjadi orang yang dicintai oleh kebaikan dan orang yang baik.

Ingin sekali memberikan nama sekolah itu dengan nama-nama tokoh intelektual kaum muslimin. Yang terpikirkan adalah nama "Baqirul Ilmi", diambil dari nama cucu Nabi yang Mulia Rasulullah Muhammad saaw (Semoga Allah melimpahkahkan shalawat bagi nabi Muhammad dan keluarganya) yang terkenal akan keluasan ilmunya. Nama akan menjadi sebuah filosofi bagi sebuah tubuh. Ingin sekali rasanya nama sekolah ini yang akan berdiri kelak memiliki filosofi nama yang luhur

Ya Allah, kabulkanlah do'a ini. Sepuluh atau lima belas tahun kemudian sekolah ini akan berdiri dan mencerahkan kaum-kaum mustadh'afin yang kelak akan menjadi pelita penerang jalan menuju ridha dan kasih sayangMu, aamiin...

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top