Melihat memori-memori update status yang facebook ingatkan di timeline Facebook, mencerminkan saya yang sepertinya memburuk ini. Setidaknya dulu saya tak setumpul sekarang. Keadaan kurang lebih tiga tahun lalu lebih ringan tantangannya daripada sekarang ini, dan celakanya saya belum bersiap untuk menghadapinya. Sehingga bisa ditebak, saya terpuruk. Menjadi lebih tumpul daripada semuanya, karena tak mampu menghadapi objek irisan yang membikin bulat yang tajam.
Ya, ya. Kepala saya yang mulai gondrong ditumbuhi rambut tebal ini sepertinya makin overheat, celakanya saya juga sampai lupa mencukur rambut dan kalau ingat malah kesibukan tiada bisa dinego. Kalau dalam kehidupan microprocessor, overheat dapat memperlambat kinerja bahkan membuat prosesor itu terhenti total. Yang paling parah ya rusak. Hal sama yang terjadi pada otak saya. Kayaknya agak rusak sedikit karena mekanisme perlindungannya sempat saya skip sebentar.
Solusinya? Tidak ada yang lebih baik bagi yang rusak selain untuk diperbaiki.
Otak memiliki kemampuan yang disebut sebagai neuroplasticity, kemampuan otak untuk menjadi seperti plastik. Eh salah, maksudnya kemampuan otak untuk meregenerasi (membikin ulang) sel-sel yang menua, rusak, atau bunuh diri; dan menatanya kembali. Ya, bunuh diri. Sepanjang pengetahuan saya, sel-sel otak yang tak digunakan akan merasa tidak berguna, dan kemudian bunuh diri. Tidak hanya sel otak saja, sel-sel lainnya dalam tubuh pun demikian.
Membaca juga membangkitkan neuroplastisitas ini. Belakangan saya memang agak jarang baca, karena membaca dalam keadaan pikiran seruwet itu malah tak enak. Membaca itu harus dalam keadaan enak, ya toh? Bukan, bukan enak karena pantat hangat menduduki sofa, tapi dengan pikiran yang tenang. Nampaknya saya baru belajar untuk bisa tenang sekarang, selain setelah kena kopi asli beneran dari biji kopi. Awalnya saya orangnya gurunggusuh. Tak bisa kalem. Jadi ada kemungkinan nulis saya sekarang lebih bener walau sedikit. Dan percayalah, saya bukan perokok. Saya tak bohong.
Sekarang saya mulai membangkitkan kembali itu semua. Ingin memulai lagi membaca dan menulis, yang serius tapi asyik.
Langganan:
Komentar (Atom)
