katanya harus improve?

Aneh rasanya.

Ketika berusaha untuk memperbaiki diri, dan lebih baik dari kemarin, masih dicela karena kesalahan yang masih belum mampu kuperbaiki. 

Dua hari lalu, A-B-C-D salah. Dicerca
Kemarin, A lebih baik, namun B-C-D masih salah. Dicerca, dasar manusia bodoh. Tanpa pujian.
Hari ini, A sudah lancar, B-C lebih baik, D masih salah. Dibilang goblok. Jangan harap akan dipuji. Digosipi di belakang.

Kenapa banyak orang menuntut harus jadi manusia sempurna? Seketika itu?

Apa lebih baik tak usah memperbaiki diri sekalian saja?
Rusak, itu rusak. Merusak diri.

Semoga bisa segera menemukan lingkungan baru,
Dimana semua bisa tumbuh dengan baik.

Namun, adakah tempat seperti itu di negeri ini?

wishing tomorrow never comes, wishing different tomorrow

Serba kesulitan, dicecar, tak ada yang membantu.
Ketika kulelah, mereka menganggapku cengeng

Dan besok semuanya terulang.
Lelah akan semua itu.

Kunanti harapan
Pada tanggung jawab selanjutnya
Yang memperlakukanku selayaknya seorang manusia.

Sudah hantaman kedua
Saatnya berpindah kapal 

Tuhan, pertemukan aku dengan kebahagiaan dalam setiap perjuangan...

Lost (Again)

Sepertinya, aku harus memulai pencarianku lagi...

Mungkin waktu itu aku sudah terlalu nyaman dengan dimana diriku berada. Sehingga, seolah-olah diriku sudah berada dilingkungan yang tepat. Mereka yang berada di sampingku adalah saint yang pasti orang-orang yang tulus hatinya dalam berbuat baik

Kini, kenyamananku digoyahkan. Terlihat mereka yang bersabda untuk melakukan kebaikan, namun yang dilakukan dalam keseharian malah sebaliknya. Meski tak semuanya seperti itu di lingkunganku, namun tetap saja tak nyaman. Orang yang selama ini kupercaya berkhianat. Yang aku kagumi ternyata tak berbudi baik seperti apa yang telah disampaikannya. 

Dan mereka tak mempedulikan diriku, seolah aku tak pernah ada di dunia ini. Namun ketika mereka butuh, mereka menghampiri dan mendekatiku dengan "kebaikan" mereka, sampai sulit bagiku untuk berkata tidak. Ketika kulakukan apa yang mereka minta, mereka meminta lebih dan menghukumku jika tak berhasil memenuhi harapan. Mereka menghukum dengan segera mengucilkanku. Walaupun, jika kerjaku baik dan memenuhi harapan mereka, aku dipuji dan tak lama aku kembali dilupakan. 

Hingga pada waktunya aku diperlukan, dan lingkaran setan itu kembali berulang.

"Kebaikan" itulah yang sepertinya membuatku terlena, lupa akan apa yang sebenarnya terjadi. Dan perasaan ini semakin intens. Perasaan terluka dan juga kesendirian. 

I'm snapped.

Saatnya aku terbang kembali, berharap Tuhan menunjukkan tempat yang lebih baik, dan semoga yang terbaik.


 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top