Maaf! Aku tertidur kawan! Kemarin rasanya tubuh ini sangat letih... Mungkin karena kemarin aku terlalu sibuk, sehingga aku pun baru punya kesempatan untuk bercerita denganmu di saat malam hari yang suntuk. Kita lanjutkan ya?
Kawan, di pagi yang dingin ini, aku baca surat kabar hari ini. Kulihat pada bagian bawah ada foto seorang gadis kecil imut berkerudung, dengan latar belakang penuh sampah bersama kawan-kawannya. Kulihat sekumpulan huruf tebal yang menyusun sebuah judul "Dari Mengais Sampah Sampai Seribu Cinta".
Ah!
Dialah Nurdiansih, seorang gadis cilik berumur 11 tahun, yang merupakan siswi kelas 3 di sebuah sekolah dasar negeri di daerah Cadas-Ngampar. Dia mengais kumpulan-kumpulan sampah yang dia temukan di tempat pembuangan sampah akhir, menyimpannya ke dalam sebuah kantong plastik, dan kemudian memberikannya kepada ibunya.
Tak kuasa kubayangkan, di sebuah tempat yang penuh sampah, bau yang sangat menyengat, matahari yang terik membakar kulit, dia masih kuat untuk mengais rezeki dari Tuhan. Diriku tak yakin, kawan, jika diriku menjadi dia, diriku masih kuat untuk menghadapi hidup ini...
...
Sebuah potret buram masa kecil. Anak kecil seharusnya bermain dengan riang, bahagia bersama kawan-kawannya. Mengenyam pendidikan agar kelak dirinya menjadi seorang pemulia bangsa, negara, dan orang tuanya. Tetapi... Si kecil ini harus berjuang keras agar dapat bertahan hidup dengan mengorbankan masa kecilnya yang seharusnya indah.
Kawan... Masih banyak yang kekurangan di luar sana. Boro-boro sekolah, makan pun sulit...
Maka, bersyukurlah kita masih hidup dalam kecukupan. Mau makan bisa, sekolah pun bisa, bahkan ketika kita perlu sesuatu yang harganya cukup mahal, orang tua masih bisa berusaha untuk memenuhinya.
"Nikmat Tuhanmu yang mana lagi yang kau dustakan?"
Tuhan mengulanginya 31 kali. Kawan, janganlah kita sia-siakan nikmat dan rahmat Tuhan yang begitu luas. Bersyukurlah. Bersyukurlah dengan cara tidak menyia-nyiakan segala nikmat dan rahmatNya. Waktu, uang, kesempatan, dan masih banyak nikmatNya yang sangat sering sekali kita lupakan.
Ah kawan! Sudah hampir jam 10 pagi. Saatnya beraktifitas! Nanti kalau kita ada kesempatan, kita lanjutkan lagi pembicaraannya ya? Tentu saja di tempat yang sama :)

0 komentar:
Posting Komentar