Risalah Perkhidmatan (2): Pelangi

Skip dulu yang mahasiswa, kita lari dulu ke yang lain, nanti mungkin kita akan kembali lagi ke topik itu.

Ah, lanjut. Pernahkah kau terpikirkan kenapa kita ini hidup dengan orang-orang yang saling berbeda satu sama lainnya?

Perbedaan itu seperti pelangi yang indah. Tuhan telah menggariskannya pada setiap diri.

Tapi tergantung juga kita mau pilih sudut pandang yang mana, dunia ini selalu punya sisi ekstrim yang saling bertolakbelakang. Untuk urusan ini, aku lebih memilih berada di sisi yang menikmati keindahan, ketimbang mereka yang ngutruk kenapa pelangi harus berbeda warna.

Kenapa ngutruk dengan pilihan Tuhan? Kau selalu bilang untuk taat kepadaNya, tapi tak bisa menghargai keputusan Tuhan yang satu ini? Kau bilang orang yang beda pemahaman denganmu itu salah, dan kau halalkan darahnya. Sejak kapan kau jadi Tuhan?

Telahkah kau menjadi binatang? Atau lebih parah dari itu?

Maka, kau orang yang tak bersyukur.

Betul katanya, perbedaan adalah rahmat, bukti kasih sayang Tuhan. Kalau kau mensyukuri perbedaan, kemudian mengarungi samuderanya, akan kau temukan harta karun di dalamnya.

Harta karun itu adalah kearifan. Dengan kearifan itu kau akan bijaksana. Tak banyak manusia yang bisa bijaksana dalam hidupnya. Langkalah mereka yang bisa menyikapi perbedaan, sabar menghadapi segala persoalan.

Manusia yang penuh kearifan adalah manusia yang banyak dicintai. Oleh sesamanya, alam, Tuhan, dan para kekasihNya. Beruntung, bukan?

Lebih beruntung daripada mereka yang shalat tapi hatinya tetap ngutruk atas keputusan Tuhan. Yang shalat belum tentu sujud padaNya.

Maka, kejarlah harta karun itu. Kalau perlu, jadilah anak-anak lagi, anak-anak yang sehat. Mereka tak mengenal kebencian, kecuali jika orang tuanya terlalu abai, atau bahkan telah meracuninya dengan racun kebencian.

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top