Hai
Begitu indah untaian katamu itu
Ia menembus relung hati dengan cara yang begitu halus
Barisan huruf yang kau rangkai telah membawa jiwamu dengan cara yang menawan
Apakah kau tahu kreteg haté?
Sang guru pernah berwasiat, itulah ujian terbesar manusia.
Lebih hebat dari lawan manapun
Perasaan yang tiba-tiba muncul tak jelas asal muaranya
Dan, kubutuh waktu untuk mengendalikan itu.
Mungkin itu yang kau maksud?
Memang dengan firasat, keduanya terpisah sehelai rambut.
Kau merasakannya?
Maafkan aku......
Tapi, tanpa kau aku akan mati sebelum ia berakhir membuat prasangkaan.
Kau yang menguatkan aku, tiada lagi.
Untukku melawan "aku"
Yang seringkali menusuk diri dengan halilintar
Dan kuingin lawanku itu menjadi kawan
Karena ia takkan terpisahkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar