Manusia sering kali terjebak berpikir menggunakan perut dan selangkangannya, bukan dengan otak yang secara khusus hanya diberikan kepada manusia. Sehingga lihatlah apa yang terjadi.
Manusia punya dua dimensi, nafsu dan akal. Jika akal manusia ditundukkan oleh nafsunya, maka dia akan menjadi lebih bejat dari pada hewan. Hewan tak bernafsu dan berakal. Dia hanya menjalankan instingnya. Kalau pun hewan bertindak lebih bejat daripada seharusnya, itu pun ulah manusia. Kenapa? Manusia merampas haknya dan insting berfungsi untuk mempertahankan hidup.
Konsekuensi kehidupan sering kita anggap sebagai kezaliman alam. Padahal alam di dalam kasus ini hanya menjalankan fungsinya sebagai cermin, yang mengingatkan manusia apa yang telah mereka perbuat. Jadi, yang zalim siapa?

0 komentar:
Posting Komentar