Hati setiap orang berbeda-beda. Ada yang dengan mudahnya terluka, ada pula yang legowo. Tapi siapa yang tahu urusan hati? Ia hanyalah urusan personal dengan Tuhannya. Berhati-hatilah akan hati seseorang.
Siapapun yang hatinya sedang terluka bisa saja tetap tersenyum di depan muka orang. Dan pula tipe-tipe orang berbeda; ada yang menjeritkan suara kepedihan luka tersebut, ada pula yang cukup diam dan berdoa pada Tuhan akan sakit hatinya. Yang kedua lebih berbahaya dari manapun, karena Tuhan mengabulkan doa yang sedang sakit hatinya.
Kadang kita perlu merenung, apa sebab sakit hati tersebut, apakah karena diri sendiri atau memang karena orang lain. Jika yang pertama terjadi, tak perlu sakit hati apalagi hingga mengutuk orang lain. Itu salahmu! Tuhan pasti tahu, dan percuma saja kau mengadu. Terlebih jika kau sudah mengutuk orang, bersiaplah kutukan itu akan berbalik padamu. Karena yang kau kutuk pastilah sakit hati!
Jadilah penting apa yang namanya merenung itu. Ingatlah kesalahanmu yang telah lalu, mohonkan maaf secara tulus padanya. Dan jangan pernah memohon maaf dengan niatan buaya, karena setelahnya orang akan menjadi lebih sulit untuk memaafkanmu, dan orang yang peka hatinya sudah akan merasakan kebuayaannya ketika dari awal saja meminta maaf.
Selamat tinggal, aku akan meninggalkan semuanya, hingga waktu yang tak ditentukan.

0 komentar:
Posting Komentar