Dulu, aku pernah amat tertarik kepada teman satu sekolah. Ia seorang wanita yang berparas memikat. Hingga aku berhasil berhubungan dengannya. Dan...

Tersiksa

Dada selalu dipenuhi tanya dan cemburu. Aku tak pernah mau kehilangan dirinya. Kugenggam ia begitu kerasnya dan kau tahu apa yang terjadi?

Lepas semuanya... Luruh... Luluh, cermin sudah menjadi retak.

Semenjak kehilangannya waktu terus mengajariku cinta. Amat bias memang di zaman sekarang ini, antara nafsu birahi dengan cinta.

Dan kau tahu, apa yang paling besar telah kudapat akan makna cinta?

Perkhidmatan.
Dan cinta akan menjadi surga amat nikmat...
Tapi itu hanya satu dari sekian banyak fragmen makna.

Tak perlu bahas aku dan kamu menjadi satu, ketika ego itu belum saja luntur. Kawan, coba terjemahkan apa itu ego?

Tapi aku masih saja belum mendapatkan kekasih. Perlahan saja.

0 komentar:

Posting Komentar

 
talking magnets, imagining pixels © 2016 | Designed by Chica Blogger, powered by Blogger | Back to top